SOLO, MettaNEWS — Ajang kompetisi basket Riuh Fest 3×3 2026 yang digelar di Solo Paragon Mall selama lima hari terakhir sukses mencuri perhatian publik.
Mengusung konsep perpaduan olahraga dan hiburan (sportainment), event ini digadang-gadang menjadi spot baru sport tourism di Kota Solo.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengapresiasi penyelenggaraan Riuh Fest 3×3 2026 yang dinilai menghadirkan fenomena baru dalam dunia olahraga di Kota Solo. Ia menyebut konsep sportainment di dalam pusat perbelanjaan menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi generasi muda.
“Jadi ini fenomena baru, sportainment di dalam mal. Saya senang sekali, jadi yang pertama jiwa kompetitif untuk anak-anak muda. Yang kedua, sport tourism di Solo jalan,” jelasnya usai menutup acara, Minggu (3/5/2026) malam.
Respati menyebut ajang tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Solo Raya, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah seperti Salatiga dan Semarang. Hal ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa event tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara rutin.
Respati juga mengungkapkan adanya wacana pengembangan konsep pertandingan basket 3×3 di ruang terbuka atau jalanan ikonik di Solo. Gagasan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Tadi ada request akan ada three on three on the street, jadi di jalan-jalan yang memang bisa menjadi dongkrak pelaku ekonomi kreatif juga. Jadi manfaatnya pasti sangat terasa. Dan tadi juga dari pihak mal, kemarin ada padel, hari ini basket, dan ada badminton juga, ada tenis meja juga, ya memang sport on the mall ini luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Creative Director Riuh Fest 2026, Abirama Setiadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini berjalan sukses dengan mengusung tagline “Riuh Basketnya, Gayeng Festivalnya”.
Ia berharap event tersebut dapat kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih meriah dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Harapannya tahun depan terselenggara kembali dengan konsep yang lebih riuh. Rencananya bulan September kami juga akan ekspansi ke Jogja,” tuturnya.
Dari sisi teknis, panitia memastikan bahwa kompetisi ini telah memenuhi standar regulasi karena mendapat dukungan penuh dari organisasi bola basket setempat, termasuk Perbasi Jawa Tengah dan Perbasi Solo.
Bahkan, penyelenggara berharap pemerintah dapat melihat potensi cabang olahraga 3×3 untuk terus diaktifkan di ruang publik.
“Ini ajang resmi dan kami berharap pemerintah bisa menangkap potensi ini untuk menjadikan 3×3 sebagai cabang olahraga yang rutin diaktivasi di ruang terbuka, seperti usul Pak Wali Kota untuk menggunakan area jalanan yang ikonik seperti Klewer,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak manajemen mal juga merasakan dampak positif dari gelaran tersebut. Deputy of Director Operational Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji, menyebut event ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan secara signifikan.
“Kehadiran lapangan basket di tengah atrium mal terbukti menjadi magnet bagi pengunjung. Kami sangat excited, lapangannya juga dipersiapkan dengan sangat baik,” ujarnya.
Ke depan, pihak mall menyatakan terbuka untuk berbagai event olahraga lainnya. Sebelumnya, Solo Paragon Mall juga telah sukses menggelar sejumlah kegiatan olahraga seperti padel, tenis meja, hingga badminton.








