SOLO, MettaNEWS — Kejuaraan Nasional Jateng Online Shooting Series (JOSS) 2025 digelar di lapangam tembak Perbakin Surakarta, Sabtu (22/11/2025.
Pertandingan tingkat nasional ini mempertandingkan dua nomor unggulan yakni 10 meter Air Rifle dan 10 meter Air Pistol. Para peserta tidak hanya memperebutkan prestasi, tetapi juga hadiah berupa uang pembinaan dan e-sertifikat.
Ketua Harian Perbakin Surakarta, Heru Murwanto, menyampaikan bahwa JOSS merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian penting dari kalender olahraga menembak nasional.
Pelaksanaan secara online dinilai sangat memudahkan banyak daerah untuk mengirimkan atlet terbaiknya.
“Dengan format online, atlet di daerah yang punya lapangan standar bisa ikut tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Solo sudah siap, fasilitas lengkap, juri juga tersedia,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, pelaksanaan JOSS tahun ini bertepatan dengan masa evaluasi pasca Babak Kualifikasi Porprov. Karena itu, event ini sekaligus dijadikan indikator kesiapan atlet Surakarta menuju Porprov mendatang.
Nilai dari setiap peserta nantinya dianalisis sebagai bahan evaluasi pembinaan.
Meski jumlah atlet di Surakarta cukup banyak, Perbakin membatasi peserta agar lebih fokus pada atlet yang sudah menjalani latihan matang. Peserta pemula untuk sementara belum diterjunkan.
“Kita terjunkan atlet yang sudah beberapa kali latihan dan sudah pernah uji coba tanding. Yang masih baru kita simpan dulu,” jelasnya.
Sebanyak 19 atlet Solo Raya bertanding di nomor Air Rifle dan Air Pistol di Lapangan Tembak Perbakin Solo. Sementara itu, dua nomor outdoor yaitu WRAB dan IMSU akan dilaksanakan di Semarang.
Menurut Heru, animo terhadap cabang olahraga menembak meningkat drastis. Pada JOSS 2025, jumlah peserta dari seluruh Indonesia untuk nomor indoor mencapai 364 atlet, menunjukkan perkembangan menembak sebagai cabang yang semakin diminati generasi muda.
“Cabor menembak sekarang sangat diminati. Anak-anak mulai melirik menembak sebagai jalur prestasi,” tegasnya.
Heru menekankan pentingnya dukungan dari pengurus dan masyarakat.
“Olahraga menembak tidak lagi identik dengan aktivitas berburu, melainkan olahraga prestasi yang membutuhkan disiplin, fokus, dan teknik tinggi,” tegasnya.







