SOLO, MettaNEWS — Kepercayaan terhadap kualitas pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali ditegaskan oleh Wakil Rektor IV, Em Sutrisna. Ia mengaku mantap mempercayakan pendidikan putrinya, Nazala Suha Arisna, di Fakultas Kedokteran UMS hingga berhasil menyelesaikan studinya.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri prosesi wisuda putrinya di kampus UMS. Menurutnya, UMS telah terbukti sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, dengan mayoritas program studi yang telah berakreditasi unggul.
“UMS sudah terbukti sebagai salah satu PTS terbaik di Indonesia. Fakultas Kedokteran juga sudah unggul dan sedang menuju akreditasi internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sistem pendidikan kedokteran saat ini tidak ada lagi perbedaan mendasar antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Seluruh mahasiswa mengikuti ujian nasional dengan standar yang sama, sehingga kompetensi lulusan dinilai setara.
“Yang membedakan adalah akreditasi. Ini yang membuat kami yakin memilih UMS,” tambahnya.
Selain kualitas akademik, Em Sutrisna juga menyoroti pembentukan karakter yang didapatkan putrinya selama menempuh pendidikan. Ia menilai nilai-nilai keislaman yang diajarkan melalui mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan memberikan dampak positif yang signifikan.
“Perubahannya sangat terasa, mulai dari kedisiplinan, kedewasaan, hingga sikap hormat kepada orang tua. Bahkan ada muraja’ah sebelum tutorial dan hafalan juz 30 sebagai syarat,” jelasnya.
Saat ini, Nazala Suha Arisna tengah menjalani pendidikan profesi dokter (coass) di rumah sakit daerah Magetan. Em Sutrisna berpesan agar putrinya memanfaatkan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai sarana belajar.
“Semua harus dijadikan guru, baik dosen, perawat, tenaga pendukung, hingga pasien. Kuncinya tawadhu, rendah hati, sopan, dan komunikatif,” pesannya.
Ia berharap putrinya dapat menjadi dokter yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki akhlak baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Di akhir, ia juga mengapresiasi suasana wisuda UMS yang dinilainya berlangsung hangat dan penuh keakraban.
“Wisuda ini terasa sangat akrab. UMS menunjukkan diri sebagai kampus yang inklusif,” pungkasnya.








