SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memperluas kiprahnya di dunia pendidikan tinggi dengan membuka kampus kedua di Bali yang diberi nama BIM University. Kehadiran kampus baru tersebut menjadi bagian dari strategi UMS memperkuat internasionalisasi sekaligus mencetak talenta digital yang siap bersaing di tingkat global.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan BIM University dihadirkan sebagai pengembangan kampus Muhammadiyah yang berorientasi pada pendidikan berkualitas internasional.
“BIM University akan menyokong internasionalisasi pendidikan,” ujar Harun, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, BIM University dirancang sebagai kampus yang mengintegrasikan penguasaan teknologi informasi, kebutuhan industri, dan jiwa kewirausahaan dalam satu ekosistem pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik melalui pembelajaran coding, penerapan teknologi di dunia industri, program magang, hingga pendampingan membangun perusahaan rintisan (startup).
Model pembelajaran tersebut difokuskan pada tiga kompetensi utama. Pertama, Information Technology Skills, yang mencakup kemampuan coding, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber (cybersecurity), serta berbagai teknologi digital lainnya.
Kompetensi kedua adalah Industry Skills, yang menitikberatkan pada penerapan teknologi di sektor manufaktur, rekayasa, hingga otomasi industri. Sementara kompetensi ketiga, Entrepreneur Skills, diarahkan untuk membangun karakter kewirausahaan, inovasi bisnis, dan pengembangan startup berbasis teknologi.
Ketiga kompetensi tersebut diwujudkan melalui konsep APIM Campus yang merupakan singkatan dari Adaptive, Progressive, Innovative, dan Modern Campus.
Sebagai Adaptive Campus, BIM University menerapkan kurikulum yang fleksibel agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Konsep Progressive Campus mendorong mahasiswa memiliki pola pikir terbuka, inovatif, dan berorientasi pada riset serta penyelesaian berbagai tantangan global. Sementara melalui konsep Innovative Campus, mahasiswa didorong menghasilkan inovasi digital sekaligus membangun kolaborasi dengan dunia industri dan perusahaan rintisan.
Adapun konsep Modern Campus diwujudkan melalui kurikulum yang terus diperbarui sesuai perkembangan zaman, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), sistem kolaboratif, serta dukungan pembelajaran hybrid yang memadukan metode tatap muka dan digital.
Pada tahap awal, BIM University membuka tujuh program studi, yakni Bisnis Digital, Kewirausahaan, Manajemen, Teknologi Pangan, Sistem Informasi, Informatika, dan Hukum.
Selain kelas reguler, kampus ini juga menyediakan International Class yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar dengan perspektif global sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.
Melalui pembukaan BIM University di Bali, UMS berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi, berwirausaha, dan siap menghadapi dinamika industri masa depan.








