Indeks Integritas Solo Turun, Respati Ardi Tingkatkan Kolaborasi Cegah Korupsi

oleh
oleh

SOLO, MettaMEWS — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyoroti penurunan capaian indeks integritas Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025.

Wali Kota muda ini mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi melakukan perbaikan guna mencegah potensi praktik korupsi.

Berdasarkan data SPI 2025, capaian indeks integritas Kota Solo berada di angka 75,66 dan masuk dalam kategori waspada. Angka tersebut melanjutkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari 83,76 pada 2023 menjadi 76,55, hingga turun kembali pada 2025.

“Ini perlu kita cermati bersama karena tren capaian pada dua tahun terakhir masuk kategori waspada. Artinya, menurut penilaian responden, sangat berisiko terjadi tindak pidana korupsi bila tidak dilakukan perbaikan,” papar Respati saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Hasil SPI 2025, Rabu (8/4/2026).

Respati menjelaskan, terdapat perbedaan indikator penilaian pada tahun 2025. Penilaian dari masyarakat justru mencatatkan angka tertinggi yakni 91, disusul penilaian internal pegawai sebesar 81. Sementara itu, penilaian dari kalangan ahli (ekspert) mengalami penurunan menjadi 73,2.

Melihat kondisi tersebut, Respati menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli untuk memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan.

“Di Pemerintah Kota Solo kita sedang berbenah dan akan mengajak semua pihak untuk menilai bersama. Outputnya jelas, yakni kepuasan publik, pelayanan yang lebih baik, dan seluruh pekerjaan berjalan optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil SPI ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Solo dalam meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme aparatur. Pembenahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Respati juga berharap forum sosialisasi ini dapat menjadi ruang terbuka bagi pihak eksternal, internal, maupun kalangan ahli untuk memberikan masukan konstruktif sebagai langkah pencegahan korupsi.

“Kami mengajak para ahli memberikan penilaian secara objektif dan terbuka, karena ini akan menjadi bahan koreksi bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” tandasnya.