Natal 2025 GKJ Danukusuman: Mengajak Jemaat Menemukan Hati yang Baru di Dalam Kristus

oleh
oleh
Ibadah Natal di GKJ Danukusuman Solo, Kamis (25/12/2025) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Perayaan Natal 2025 di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Danukusuman, Kamis (25/12/2025), menghadirkan pesan mendalam tentang arti kelahiran Yesus Kristus sebagai momen hati yang diperbarui.

Dengan tema “Di Dalam Dia Ada Hidup”, ibadah Natal tahun ini menekankan bahwa sukacita Natal sejati tidak sekadar pada perayaan, tetapi pada kelahiran baru dalam hati setiap umat.

Pdt. Dr. Uri Christian Sakti Labèti, S.Si., M.Sn., dalam khotbahnya menekankan pentingnya menerima Yesus secara spiritual, bukan hanya sekadar mengetahui secara logika.

Pdt Uri mengutip Injil Yohanes pasal 1 ayat 1–14, yang mengingatkan bahwa meski Yesus telah ada di dunia, banyak orang tidak mengenal-Nya dan bahkan orang-orang terdekat-Nya pun sulit menerima kehadiran-Nya.

“Banyak yang tahu siapa Yesus, tetapi tidak menggenggam dan memeluk-Nya dengan erat. Natal bukan hanya soal ritual atau sukacita lahiriah, tetapi tentang kelahiran baru di dalam hati kita,” ungkap Pdt. Uri.

Pdt. Uri menekankan bahwa menerima Yesus berarti membiarkan hati diperbarui, terbuka untuk kasih, dan hidup dalam damai.

Dalam khotbahnya, Pdt. Uri juga mengingatkan jemaat bahwa logika manusia tidak selalu mampu memahami misteri kelahiran Yesus melalui Maria yang perawan. Namun, melalui iman dan spiritualitas, umat diajak untuk mengalami kehadiran Kristus secara nyata dalam hati mereka.

“Natal adalah soal hati yang dilahirkan kembali. Bukan sekadar menyanyi, berkumpul, atau pesta pora. Natal yang sejati adalah ketika kita menerima, menggenggam, dan memegang erat Tuhan yang hadir untuk kita semua.” tegasnya.

Perayaan Natal di GKJ Danukusuman diwarnai dengan nyanyian pujian, doa, dan kebersamaan jemaat, namun pesan utama tetap menekankan transformasi hati sebagai inti dari sukacita Natal.

Pdt. Uri mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna Natal dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sukacita bukan hanya lahir di luar, tetapi tumbuh dari dalam hati yang diperbarui oleh Kristus.

Natal tahun ini menjadi pengingat bahwa sukacita sejati lahir ketika hati dibuka untuk menerima Yesus, bukan sekadar ikut arus perayaan. Dengan demikian, setiap umat diharapkan merayakan Natal dengan kesadaran akan kelahiran baru dalam hati, membawa damai, kasih, dan hidup yang penuh harapan.