WONOGIRI, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan literasi dan inklusi keuangan yang merata hingga ke daerah-daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Financial Expo (FinExpo) dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2025, yang digelar di Sport Tourism Center Pringgondani, Wonogiri, pada 24–26 Oktober 2025.
Kegiatan ini melibatkan 18 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) se-Solo Raya dan 6 pelaku UMKM Kabupaten Wonogiri, serta menghadirkan beragam produk, layanan, dan program literasi bagi masyarakat. Puncak acara berlangsung pada Sabtu (25/10), dihadiri oleh Kepala OJK Solo Eko Hariyanto, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Sekda Wonogiri FX Pranata, Ketua FKIJK Solo Raya Pramudjianto, perwakilan Bank Indonesia Solo, unsur Forkopimda Wonogiri, TPAKD se-Solo Raya, serta pimpinan industri jasa keuangan wilayah Solo Raya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menekankan pentingnya pemanfaatan akses keuangan secara optimal, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Perluasan akses inklusi keuangan harus dimanfaatkan dengan baik agar dapat mendorong perkembangan ekonomi lokal dan mendukung terwujudnya Wonogiri yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Solo Eko Hariyanto menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari prioritas pembangunan nasional.
“Pemerintah telah menetapkan target inklusi keuangan sebesar 91% pada 2025, 93% pada 2029, dan 98% pada 2045 sebagaimana tercantum dalam RPJMN dan RPJPN. OJK berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, FKIJK, akademisi, dan pelaku industri jasa keuangan guna mendukung target tersebut,” jelas Eko.
Selama pelaksanaan BIK 2025 yang berlangsung sejak September hingga Oktober, PUJK di Solo Raya telah menggelar ratusan kegiatan edukasi dan program promo keuangan. Total tercatat 264 kegiatan literasi dan inklusi dengan 46.140 peserta, pembukaan 11.884 rekening baru, serta penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp97,9 miliar.
Antusiasme masyarakat juga terlihat selama FinExpo dan Puncak BIK 2025, dengan 4.500 pengunjung yang berpartisipasi dan 369 transaksi keuangan. Tercatat pula penyaluran kredit sebesar Rp301,49 juta serta 361 komitmen pembukaan rekening baru, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Sebagai bentuk apresiasi, OJK Solo memberikan penghargaan kepada pelaku industri jasa keuangan yang berkontribusi aktif dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Beberapa lembaga keuangan yang menerima penghargaan antara lain BNI Cabang Surakarta, BPR BKK Wonogiri, Indo Premier Sekuritas, dan Permodalan Nasional Madani Cabang Wonogiri.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada TPAKD se-Solo Raya, termasuk Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, Karanganyar, Klaten, Boyolali, Wonogiri, dan Sukoharjo, atas program-program inovatif seperti KEJAR, PED, dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga digelar Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh TPAKD Kabupaten Wonogiri, bekerja sama dengan OJK Solo, PUJK Wonogiri, dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Wonogiri, diikuti oleh sekitar 500 peserta.
Melalui kegiatan FinExpo dan Puncak BIK Solo Raya 2025 ini, OJK Solo menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Solo Raya, mendorong kesejahteraan ekonomi, dan membangun masyarakat yang semakin cerdas dan inklusif secara finansial.








