SOLO, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di wilayah Solo Raya.
Kegiatan edukasi keuangan syariah tersebut digelar di Surakarta dan diikuti 200 pelajar santri Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Senin (23/2/2026). Acara ini dihadiri Kepala OJK Solo Eko Hariyanto, Direktur Utama PT BPRS Dana Amanah Karsono, serta Pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam KH Mohammad Adhim.
Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah memerlukan kolaborasi yang lebih masif, terstruktur, dan berkelanjutan antara regulator, industri jasa keuangan syariah, dan lembaga pendidikan.
“Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Capaian ini masih perlu diperkuat,” ujarnya.
Eko menegaskan, pemahaman keuangan syariah tidak hanya sebatas menabung atau menghindari riba, tetapi juga bagaimana mengelola amanah harta secara bijak, mandiri, dan sesuai prinsip syariah agar setiap keputusan finansial bernilai ekonomi sekaligus membawa keberkahan.
“Memahami keuangan syariah bukan hanya soal menabung atau menghindari riba, tetapi bagaimana mengelola amanah harta secara bijak dan sesuai prinsip syariah,” katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, KH Mohammad Adhim, menambahkan bahwa pemahaman sektor jasa keuangan sangat penting bagi santri agar tidak terjerumus dalam kejahatan keuangan digital, seperti pinjaman online dan investasi ilegal.
“Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memahami dampak negatif keuangan digital dan memiliki wawasan pengelolaan keuangan yang memadai,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis pembukaan rekening Simpanan Pelajar (Simpel) Syariah serta bibit tanaman buah untuk mendukung program Gerakan Ekonomi Hijau di lingkungan pondok pesantren. Para santri juga mendapatkan edukasi terkait tugas dan fungsi OJK, ciri-ciri investasi dan pinjaman online ilegal, serta pengenalan produk dan layanan keuangan syariah.
Melalui sinergi antara OJK, Industri Jasa Keuangan Syariah, dan pondok pesantren, program GERAK Syariah diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di lingkungan pesantren, sekaligus membentuk generasi muda yang semakin well literate dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.







