Hadir Sejak Hari Pertama, Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir Semarang dan Demak

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen kembali turun langsung meninjau banjir di Semarang dan Demak pada hari keenam bencana, Senin (27/10/2025). Namun, keduanya sejatinya telah “hadir” sejak hari pertama banjir melanda, Rabu (22/10/2025), dengan menggerakkan seluruh perangkat daerah untuk menanggulangi dampak banjir yang meluas di dua wilayah tersebut.

Penyusutan genangan di sejumlah titik kini mulai terlihat, berkat kombinasi antara menurunnya curah hujan dan respons cepat Pemprov Jateng yang langsung menurunkan berbagai satuan tugas sejak awal kejadian.

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Kecamatan Genuk, Kota Semarang dan Sayung, Kabupaten Demak, sedangkan Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau kawasan Kali Sringin dan Kali Tenggang di Kota Semarang. Keduanya memeriksa langsung infrastruktur sungai, jalan, dan rumah pompa yang menjadi kunci pengendalian banjir.

“Sejak hari pertama, semua OPD sudah saya gerakkan. Kita pastikan semua bergerak cepat, fokus pada solusi,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.

Dalam kunjungannya, Luthfi melakukan tiga langkah strategis di lapangan. Pertama, menyalurkan bantuan senilai Rp410,4 juta bagi korban banjir di Kecamatan Genuk, yang terdiri dari logistik makanan, beras 2,5 ton, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Kedua, memastikan proyek pembuatan sodetan di Sungai Sayung, Demak berjalan sesuai rencana sebagai langkah jangka pendek mengurangi genangan di kawasan industri Polytron yang kerap terdampak banjir rob.

“Sudah beberapa kali jalan ditinggikan, tapi tidak menyelesaikan persoalan. Karena itu kita buat sodetan agar air bisa langsung mengalir ke sungai,” jelasnya.

Ketiga, Gubernur meminta jajarannya untuk melakukan rekayasa cuaca bersama BMKG dan BNPB guna menurunkan intensitas hujan di kawasan Semarang-Demak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memastikan fungsi rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang berjalan optimal. Ia mengungkapkan bahwa kolam retensi Terboyo dan Sriwulan sebenarnya sudah berfungsi, namun belum maksimal karena masih menunggu kelengkapan sistem pompa.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepatan pengadaan pompa agar air bisa segera dibuang ke laut,” katanya.

Sejak awal bencana, Pemprov Jateng telah menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk siaga penuh mendampingi masyarakat terdampak. BPBD Jateng bergerak cepat menyalurkan logistik, melakukan evakuasi, dan mendirikan dapur umum bekerja sama dengan BPBD Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Dinas Pusdataru Jateng menambah delapan unit pompa penyedot air berkapasitas 1.900 liter per detik yang beroperasi selama 24 jam di berbagai titik, termasuk Kali Tenggang, Terboyo, dan Kali Sringin. Dua pompa tambahan juga dikirim dari Balai PSDA Tegal dan Kudus.

Selain itu, BBWS Pemali Juana tengah meng-upgrade pompa dari bahan bakar solar ke listrik agar dapat beroperasi lebih lama dan efisien. Dinas Sosial Jateng pun turut membagikan 250–300 paket makanan setiap hari bagi sopir truk dan warga yang terjebak kemacetan di kawasan Kaligawe, Semarang.

Tak ketinggalan, Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur tergenang, sedangkan Dinas Kesehatan turun memberikan layanan medis kepada warga terdampak. Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, Pemprov Jateng berkomitmen terus bekerja hingga banjir benar-benar surut.

“Kami tidak hanya datang saat genangan tinggi, tapi hadir sejak hari pertama untuk memastikan masyarakat terlindungi dan penanganan berjalan efektif,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.