Kupas Tuntas Kaitan Diabetes dengan Stroke dan Komplikasi pada Mata Bersama HealthMetrics Indonesia

oleh
HealthMetrics Indonesia
Health Talk bersama HealthMetrics Indonesia bahas tuntas kaitan antara diabetes, stroke, serta risiko komplikasi di Solo, Rabu (27/7/2025) | Mohamad Adib Rifai/ KMM Sastra Indonesia FIB UNS

SOLO, MettaNEWS – HealthMetrics Indonesia membahas tuntas kaitan antara diabetes, stroke, serta risiko komplikasi bersama Konsultan Senior Ahli Bedah Vaskular, Dr. Benjamin Chua dan Konsultan Senior Dokter Bedah Mata, Dr. Wong Chee Wai dalam sesi Health Talk di Solo, Rabu (27/8/2025).

CEO HealthMetrics Indonesia, Madan Vasadani menyambut positif acara health talk ini. Melalui kolaborasi dengan dokter-dokter unggulannya, ia berharap acara ini dapat memberikan manfaat.

“Harapan kami sesi ini sangat bermanfaat untuk kalian semua, kami percaya bahwa edukasi kesehatan tidak hanya bermanfaat di tempat lingkungan kerja saya tapi bermanfaat untuk hidup kita sehari-hari. Semoga sesi hari ini memberikan wawasan lebih luas dan memberikan pilihan kesehatan terbaik untuk bapak ibu semua,” ujar Madan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu Dr. Wong Chee Wai, Konsultan Senior Dokter Bedah Mata memaparkan materi kesehatan tentang bagaiamana gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada mata.

“Jadi karena gula darah tinggi, pembuluh darah di retina menjadi membengkak sehingga terjadi pendarahan dan juga menyebabkan retinanya lepas. Selain itu juga menyebabkan rabun, karena pembuluh darah yang tumbuh abnormal, tidak normal, dia tumbuh lebih dari biasanya,” ujarnya.

Masalahnya pada penderita diabetes, seringkali gangguan mata ini tidak memiliki gejala yang dapat disadari lebih awal. Biasanya jika sudah parah, mata penderita diabetes akan buram bahkan tekanan bola matanya akan meningkat dan membuat kebutaan.

“Perlu masyarakat ketahui bahwa diabet tidak hanya menyebabkan luka di kaki tapi juga menyerang semua pembuluh darah di tubuh tapi juga menyerang pembuluh darah di mata yaitu retina.  Karena retina merupakan organ penting di mata, fungsinya menyerap cahaya dari yang kita lihat, kerusakan di retina akan menyebabkan bahaya kebutaan ini penting sekali semua orang tahu,” terangnya.

Maka penting bagi penderita diabtes untuk mengatur gula darah dan berhenti merokok dapat mengurangi risiko komplikasi pada mata.

Sementara itu, Konsultan Senior Ahli Bedah Vaskular, Dr. Benjamin Chua berbagi pengetahuan mengenai gejala diabetes yang seringkali tidak disadari.

“Jadi diabetes itu adalah kondisi yang seringkali orang tidak sadar kalau dia diabetes jadi karena nggak ada gejala.  Akhirnya sudah ketahuan itu sudah terlambat dan sudah bergejala,” katanya.

“Oleh karenanya harus screening apalagi pada orang-orang yang punya risiko tinggi contohnya usia yang lebih dari 40 tahun riwayat keluarga diabetes. Kemudian ada darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, life style-nya tidak baik, over weight berat badannya, harus cek gula darah, jadi lebih baik diagnosis lebih awal, mengetahui lebih awal, treatment lebih awal itu akan memberikan hasil yang lebih baik,” sambungnya.

Selain itu, mis konsepsi yang sering terjadi pada masyarakat ialah anggapan bahwa penyakit diabtes hanya dialami oleh mereka yang tak lagi muda. Kenyataanya, anak muda dengan life style (gaya hidup-red) yang tidak sehat ditambah bawaan genetik dapat memiliki risiko terkena penyakit ini.

“Diabetes ada dua jenis tipe 1 dan 2, tipe 1 itu sering kali menyerang anak muda karena berhubungan sama autoimun sama genetik dari lahir. Diabetes tipe 2 berhubungan sama life style yang buruk makan yang tidak baik, obesitas, merokok, tidak olahraga, itu biasanya terjadi pada usia tua. Dia bisa terjadi pada siapa saja muda tua karena berhubungan sama life style, tidak harus yang tua,” urainya.

Sebagai langkah preventif, diperlukan gaya hidup yang sehat, makan makanan yang baik dan berolahraga.

“Langkah preventif perbaiki life style, pola makan yang baik, tinggalkan merokok, exercise (latihan-red) olahraga turunkan berat badan, ketauan obesitas segera turunkan berat badan diet,” tukasnya.