Puncak World Diabetes Day 2025 di De Tjolomadoe: 2.700 Peserta Meriahkan Senam Massal dan Talkshow Edukasi Diabetes

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Acara puncak World Diabetes Day 2025 yang digelar di De Tjolomadoe, Minggu (30/11/2025), berlangsung meriah dengan kehadiran sekitar 2.700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya dari Solo Raya, peserta juga datang dari luar Jawa seperti Lampung hingga berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 yang tahun ini  mengusung tema “Diabetes and Well-Being”.

Ketua Panitia, dr. Yulia Sekarsari, SpPD, KEMD, FINASIM, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan peringatan ini sudah dimulai sejak awal November.

“Kegiatan ini World Diabetes Day yang kita rayakan secara nasional. Sebenarnya world diabetes day itu dirayakan setiap tanggal 14 November, nah acara ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian acara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar lomba nasional khusus diabetesi serta webinar nasional untuk tenaga kesehatan pada 29 November.

“Dan sekarang adalah puncaknya yaitu tanggal 30 November dengan acara senam massal. Peserta kami tidak hanya dari Solo Raya tapi juga dari Sumatera dan berbagai daerah lain. Kebetulan Solo menjadi tuan rumahnya,” tambahnya.

Yulia menyebutkan bahwa kegiatan ini sekaligus untuk menerapkan lima pilar pengelolaan diabetes, yaitu edukasi, pengaturan makan, olahraga, obat-obatan, dan pemantauan gula darah mandiri.

“Dengan senam massal ini kita harapkan masyarakat ikut aktif bergerak, tidak hanya mengelola obat atau makanan, namun juga bergerak. Ini sebagai promosi awal supaya mencegah terjadinya diabetes bahkan perburukannya,” tegasnya.

Acara akbar ini turut dihadiri Ketua PB Persadia, Dr. dr. K Heri Nugraha HS, SpPD, KEMD, bersama jajaran pengurus, serta perwakilan Direktur RSUD dr. Moewardi. Hadir pula Ketua Persadia Surakarta, Dr. Eva Niamuzisilawati, SpPD, SubS (K) EMD, M.Kes, FINASIM, yang menegaskan bahwa peringatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Momen World Diabetes Day ini penting untuk mengingat kembali bagaimana kondisi diabetes di dunia khususnya Indonesia, karena angkanya justru semakin tinggi. Kita masih peringkat kelima dunia untuk diabetes. Acara ini menjadi langkah edukasi sesuai pilar pengelolaan diabetes, mulai dari edukasi, pengaturan makan, aktivitas fisik, hingga obat-obatan,” tuturnya.

Dr. Eva juga menekankan bahwa tema Diabetes and Well-Being mencakup kesejahteraan fisik dan mental.

“Jadi fisik itu organ tubuh, dan mental salah satunya adalah kegiatan-kegiatan seperti ini yang menjadi olahraga sekaligus healing,” ucapnya.

Selain senam massal, acara juga diisi dengan talkshow kesehatan bersama sejumlah dokter spesialis penyakit dalam. Salah satunya, dr. Ega Caesaria PP, SpPD, yang memandu sesi diskusi bersama dr. Brilliant Van Fitof Songso Rhomado SpPD serta dr. Darumurti Pangesti SpPD KEMD sebagai narasumber.

“Talkshow-nya interaktif, kami menjawab pertanyaan dari masyarakat. Banyak yang belum mengenali komplikasi dari diabetes, sehingga kami memberikan awareness bagi yang sudah menderita maupun yang belum,” ujar dr. Ega.

Ia juga mengingatkan bahwa diabetes sering kali muncul tanpa gejala.

“Sering haus, sering lapar, atau sering buang air kecil itu sering dianggap wajar, sehingga banyak pasien datang dalam kondisi sudah komplikasi,” jelasnya.

Dr. Ega menekankan pentingnya mengendalikan faktor risiko seperti obesitas, kurang aktivitas fisik, dan riwayat keluarga.

“Kalau masyarakat tahu lebih awal, tatalaksana diabetes bisa dilakukan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, dr. Brilliant Van Fitof Songso Rhomado SpPD menegaskan bahwa kegiatan seperti senam massal terbuka bagi siapa pun.

“Peserta tidak hanya yang terdiagnosis diabetes, tapi juga yang sehat, hipertensi, atau awam. Senam sehat seperti ini penting karena aktivitas fisik adalah salah satu pilar tatalaksana diabetes,” ujarnya.

Dokter Brilliant juga menganjurkan agar masyarakat rutin berolahraga.

“Aktivitas fisik 150 menit per minggu atau 30 menit per hari sudah sangat membantu mengontrol gula darah. Jadi pengendalian gula itu tidak hanya obat dan makanan, tapi olahraga juga berperan besar,” jelasnya.

Dengan antusiasme ribuan peserta, peringatan World Diabetes Day 2025 di De Tjolomadoe menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang diabetes, sekaligus mendorong gerakan hidup sehat secara menyeluruh.