Soeka Music Festival, Experince Baru Penggemar Musik dari Solo untuk Indonesia di De Tjolomadoe

oleh
oleh
Soeka Music Festival akan dihelat di De Tjolomadoe pada 31 Mei-1 Juni 2025 | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kota Solo dan sekitarnya bersiap menjadi pusat perhatian pencinta musik dari seluruh Indonesia. Soeka Music Festival, sebuah hajatan musik berskala besar, akan digelar selama dua hari pada 31 Mei hingga 1 Juni 2025 di kawasan bersejarah De Tjolomadoe, Karanganyar. Tidak sekadar menghadirkan deretan artis ternama, festival ini menjanjikan nuansa berbeda dengan akar lokal yang kuat.

Co-Founder Soeka Music Festival, Augustinus Adhitya Pramono, menuturkan bahwa gagasan utama dari festival ini adalah menjadikan Solo sebagai tuan rumah perayaan musik yang inklusif dan berkelas.

“Kita ingin membuat panggung yang tidak hanya menampilkan musisi nasional, tapi juga membanggakan talenta lokal Solo yang kualitasnya tak kalah bersaing,” ujarnya saat konferensi pers di Ono Solo Kopi, Rabu (21/5/2025).

Nama “Soeka” sendiri diambil dari ejaan lama “Soerakarta”, menandai semangat festival ini sebagai representasi kawasan Solo Raya. Tak hanya soal nama, semangat lokal juga hadir dalam pemilihan musisi, penataan konsep acara, hingga zona interaktif yang memamerkan karya dan produk anak muda Solo.

Dengan mengusung genre yang beragam — mulai dari pop, rock, elektronik, hingga dangdut — Soeka Music Festival menghadirkan musisi besar seperti D’Masiv, For Revenge, Feel Koplo, DJ Yasmin, Reality Club, hingga kolaborasi menarik Dongker x Jason Ranti. Dari Solo sendiri, nama-nama seperti Utara Band, Man Osman, dan Batas Senja akan naik panggung sejajar dengan para bintang nasional.

Media Officer Soeka Music Festival, Krisna Bond, menyebut bahwa konsep festival ini tidak hanya berfokus pada penampilan musik, tetapi juga menciptakan pengalaman, experience yang menyeluruh bagi pengunjung.

“Ada area kuliner, spot interaktif, hadiah kejutan, hingga aktivitas spontan seperti kompetisi triak bebas berhadiah. Kami ingin pengunjung merasa terlibat, bukan sekadar menonton konser,” jelasnya.

Tiket harian dibanderol seharga Rp150.000, sedangkan tiket terusan dua hari dijual seharga Rp250.000. Per hari, panitia menargetkan 10.000 penonton. Hingga hari ini, lebih dari 60 persen tiket telah terjual.

Dengan latar De Tjolomadoe yang sarat sejarah, festival ini tidak hanya jadi tempat berkumpulnya pencinta musik, tapi juga momentum menunjukkan bahwa Solo mampu menjadi barometer gelaran musik kreatif di Indonesia. Soeka Music Festival bukan hanya pertunjukan, tapi simbol kebangkitan talenta dan energi muda dari kota budaya.