SOLO, MettaNEWS – Pemakaman jenazah Abdul Karim Putra Wibowo, santri SMP Pesantren Tahfidz Az-Zayadiyy Sanggrahan Sukoharjo diiringi isak tangis pelayat, Selasa (17/9/2024).
Sang ibunda, Yuli Sri Utami menangis histeris saat jenazah dibawa ke mobil ambulance. Ibu tiga anak itu terus berteriak memanggil nama Karim.
“Anakku mama belum siap. Karim mama belum siap. Mama belum siap Karim. Balik sama mama Karim saying ku. Abdul Karim ayo mama gendong nak. Karim Karim.. ayo sama mama Rim,” teriak histeris Yuli saat melepas kepergian anaknya dari rumah duka di Pucangsawit RT 1/14, Jebres, Solo.
Karim sapaan akrabnya diduga meninggal dunia setelah dianiaya kakak kelasnya. Anak pertama dari tiga bersaudara itu meninggal dunia di usia 13 tahun pada Senin (16/9/2024) siang.
Guru ngaji Karim saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Slamet Widodo mengatakan pelaku penganiyaan terhadap Karim telah ditahan pihak kepolisian.
“Pelakunya satu, ditahan satu anak. Bapaknya yang bercerita kakak tingkatnya itu pelakunya. Diautopsi kemarin malam, ini hasilnya belum keluar. Kata bapaknya tidak ada tanda luka lebam. Tapi masih belum tahu hasil autopsinya apa. Saya ikut memandikan,” ujar Slamet saat ditemui di TPU Purwoloyo.
Saat ini Karim tercatat sebagai siswa kelas VIII. Ia dikenal sebagai santri yang rajin beribadah dan berkelakuan baik.
“Karim mondok satu tahun yang lalu, SD nya nggak mondok. Sosok almarhum santun baik, rajin ke masjid, sering jemput anak saya ke masjid,” ujarnya.







