Indonesia Plus Size Berkain Berkebaya Ajak Perempuan Lawan Bullying dan Depresi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Indonesia Plus Size Berkain Berkebaya (IPSBB) mengajak perempuan Indonesia untuk melawan bullying dan depresi.

Lewat talkshow Mental Health bersama Klinik Utama Kasih Ibu Sehati dengan tema Beauty Standart, Love Life and Eating Disorders, Jumat, (30/8/2024).

Talkshow menghadirkan dr. Afinia Permanasari, Sp.KJ dan Ririe Bogar yang dikenal sebagai Body Positivity Influencer & Mental Health Enthusiast.

Psikiater dari Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Kota Solo dr. Afinia Permanasari mengatakan dewasa ini terjadi booming soal standar kecantikan. Standart tersebut yang menyebabkan banyak perempuan sedih yang berujung pada depresi.

“Beauty standart itu yang memunculkan bullying. Jadi orang di bully karena tidak memenuhi beauty standart seseorang sehingga dia jatuhnya ke depresi,” terang dr. Afinia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut dr. Afinia menuturkan perempuan harus punya fundamental defense mekanisme yang kuat.

“Jadi kalau misalnya kita di bully hal pertama yang harus dilakukan adalah melawan dengan ketegasan bukan kekerasan ya. Atau kita lebih afa sense of humor. Jadi ketika sesorang membully kita tetap harus berani speak up. Kita jawab dengan kalimat yang baik. Jadi kita harus punya wawasan untuk menyanggah bullyan,” ungkapnya.

Dokter Afinia juga mengimbau pada mereka yang mengalami gejala depresi untuk menemui psikiater.

“Jangan malu ke psikiater untuk konsultasi. Ke psikiater bukan berarti ODGJ ya. Karena ada tingkatan depresi seseorang. Kalau sudah sedang dan berat baru dibantu obat,” tuturnya.

Founder Indonesia Plus Size Berkain berkebaya, Ririe Bogar mengungkapkan Solo menjadi kota pertama penyelenggaraan.

“Solo pertama kali karena kami merasa perempuan-perempuan berkain dan berkebaya banyak ya di Solo. Jadi kami bikinnya di tempat yang aku lihat banyak berkebaya,” ujarnya.

Ririe mengungkapkan pemakaian kata Plus Size sebagai jembatan percaya diri bahwa semua perempuan pantas mengenakan kebaya.

“Tidak perlu menunggu kurus untuk mengenakan kebaya. Karena kami percaya semua perempuan itu pantes-pantas aja. Nggak harus nunggu kurus dulu untuk berkain dan berkebaya. Dan konsepnya kita mau kasih tahu kita mau mengedukasi lewat acara ini bahwa perempuan itu bentuk tubuh apapun cantik kok dan pantas-pantas aja berkain dan berkebaya,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut plis model manajemen dari Jakarta, Bali dan komunitas plus size Solo.