SOLO, MettaNEWS – Merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Danukusuman mengadakan serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Agustus 2023.
Untuk tetap menggelorakan jiwa Pancasila, GKJ Danukusuman menggelar Dialog Kebangsaan dengan pemateri Wali Kota Solo periode tahun 2012 – 2021, FX. Hadi Rudyatmo. Dialog kebangsaan dengan moderator Debyora Gardiana ini berlangsung di Baita Karahayon GKJ Danukusuman, Serengan, Senin (28/8/2023).
Dalam dialog kebangsaan tersebut, FX Rudy kembali mengingatkan pada ratusan peserta yang hadir tentang wawasan kebangsaan. Rudy menegaskan dirinya tidak akan berhenti untuk terus menyuarakan pentingnya ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
“Satu upaya saya untuk mengingatkan kembali pada para orang tua, supaya meneruskan pada anak cucunya. Pancasila ini sebagai dasar dan ideologi negara dan bangsa ini adalah sarana pemersatu bangsa Indonesia,” kata FX. Rudy.
Rudy menegaskan akan terus menyebarkan dan menggaungkan semangat ideologi bangsa ini dalam setiap kesempatan.
“Tidak akan berhenti selama saya masih diberi waktu dan suara dan kesehatan oleh Tuhan. Siapapun yang mnta wawasan, dialog kebangsaan akan saya lakukan tanpa minta bayaran sedikitpun,” tuturnya.

Peringatan kemerdekaan ala GKJ Danukusuman
Dengan terus menggaungkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa, Rudy menegaskan edukasi ini akan turun temurun pada setiap generasi.
“Sehingga dengan nilai-nilai Pancasila yang kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari itulah yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang punya keberadaban yang tinggi. Punya rasa kemanusiaan dan toleran terhadap siapapun tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan,” tandasnya.
Sementara itu, Pendeta GKJ Danukusuman Pdt. Dr. Uri Christian Sakti Labeti, S.Si., M.Sn. menyampaikan dialog kebangsaan ini mengingatkan peserta akan panggilan gereja. Bagaimana memiliki pandangan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita meyakini bahwa sebagai bagian dari bangsa, menjadi kehidupan bersama. Tentu kita juga dipanggil dan di utus oleh Tuhan untuk menghormati bangsa dan negara, sebagai bentuk dan hormat kita pada Tuhan,” jelas Pendeta Uri.
Tidak hanya dialog kebangsaan, GKJ Danukusuman juga mengadakan berbagai kegiatan memperingati kemerdekaan. Seperti Bazar HUT RI, Lomba Yel Yel, Lomba Kostum, lomba 17 an, Karnaval dan pentas barongsai.
“Jadi kalau kita mengingat akan teokrasi maka itu berarti Tuhan memakai pemimpin kita untuk menyatakan kehendaknya. Yaitu untuk kesejahteraan untuk keadilan, penegakan hukum dan terutama untuk martabat manusia. Untuk itulah dari dialog ini kita belajar bersama tentang kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.









