Rayakan Hari Merdeka, Ladies Study Mengasah Networking dan Hospitality

oleh
oleh
Ladies Study
Para anggota Ladies Study bersemangat memperingati Hari Merdeka, Jumat (25/8/2023) | Ladies Study

SURABAYA, MettaNEWS – Komunitas Ladies Study, mereka adalah sekitar 50 perempuan pengusaha di Surabaya yang berpikiran maju, berwawasan luas dan selalu ingin mengembangkan diri untuk menebar kebaikan. Pada peringatan ke-78 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, mereka pun mengisinya dengan mengisi diri.

Sebuah acara tergelar di XO Palace Kupang Indah, Surabaya, Jumat (25/8/2023) lalu. Para sister anggota Ladies Study tampak mengenakan dress code gaun putih dengan syal merah. Mereka menyanyikan beberapa lagu perjuangan dengan bersemangat.

Hingga di tengah acara, founder Ladies Study, Ursulla Pradjongo mengumumkan hadirnya salah-satu penasihat yang aktif mendampingi komunitas sejak berdiri 5 tahun lalu. Figur tersebut, Sumartono Hadinoto tokoh pegiat sosial asal Solo.

Kepada para sister, Sumartono mengawali dengan ajakan untuk bersama-sama mensyukuri kemerdekaan Indonesia.

Bagi Ladies Study, Melayani adalah Kehormatan

“Kemerdekaan ini bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan para pendahulu kita. Tercapai dengan banyak korban, keringat dan darah. Karena itu kita perlu selalu bersyukur. Kita bisa melakukan banyak hal, berkarya seperti sekarang ini, karena kita merdeka,” ujarnya.

Ladies Study
Komunitas Ladies Study menyampaikan plakat penghargaan kepada salah satu penasihat mereka, Sumartono Hadinoto | Ladies Study

Sumartono pun memaparkan semangat berbagi yang sudah dia lakoni selama berpuluh tahun di Solo dan sekitarnya. Menurutnya, berbagi tidak melulu soal uang atau materi.

“Jika memberi dengan ikhlas, waktu, bahkan sekadar senyum pun bisa meringankan beban orang lain. Networking dan hospitality tidak pernah tergantung pada uang,” ujar penerima Penghargaan Perdamaian PBB Kategori Advokasi dan Keterlibatan Kebijakan Publik 2018 itu.

Keikhlasan dan totalitas menjadi kunci. Sumartono menegaskan, dirinya terbuka siapa pun bisa menghubunginya 24 jam, dan selalu mengupayakan bantuan terbaik.

Perbuatan baik, tidak selalu berbuah kebaikan. Sumartono pun menyebut adanya pihak-pihak yang tidak menghargai, bahkan memanfaatkan kebaikan yang dia berikan.

“Semua itu saya anggap sebagai proses belajar. Ada yang iseng menelepon saya pukul 3 pagi hanya sekadar ingin tahu apakah saya angkat. Semua itu mengajarkan saya tentang bagaimana melayani,” tandasnya.

Acara di XO Palace itu juga memberikan penghargaan buket bunga untuk 14 sister yang telah berkontribusi menyiapkan acara dengan baik.

Ketua Ladies Study Lily Liem dan Ketua Umum Ina Gunawan bergantian menyampaikan penghargaan kepada para sister.
“Semangat melayani, kontribusi berupa ide dan tenaga, semua perlu mendapat apresiasi. Karena melayani adalah kehormatan,” tuturnya.