Tabrak Lari di Gladag, Mobil Pelaku Menghilang di Kawasan Keraton Surakarta

oleh
oleh
Keraton Surakarta, tabrak lari di Gladag
Keraton Surakarta, salah satu andalan wisata Kota Solo | MettaNews/ Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS  –  Peristiwa tabrak lari di Gladag, tidak jauh dari Keraton Surakarta menjadi buah bibir warga Solo. Sebuah mobil dari arah Jalan Slamet Riyadi menabrak sepeda motor yang melawan rambu jalan searah di Jalan Paku Buwono, Rabu (9/8/2023) dini hari pukul 1.30 WIB.

Perkara itu menjadi buah bibir warga. Sejumlah saksi menyebut, mobil tersebut langsung kabur meninggalkan korban yang cedera parah. Warga juga menyebut mobil SUV warna putih tersebut menghilang di kawasan Baluwarti Keraton Surakarta.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agung Yudiawan kepada wartawan, Kamis siang membenarkan kejadian itu.

“Laporannya masuk, saat ini masih belum jelas siapa pelakunya. Korban berinisial HW, warga Gemolong juga saat ini dalam perawatan di rumah sakit, ujarnya.

Menyertai kejadian tabrak lari di Gladag itu, sebuah video beredar melalui jaringan seluler. Tampaknya video itu rekaman dari CCTV yang terpasang untuk mengawasi lalu lintas. Sayangnya video itu terlalu kecil untuk mengidentifikasi pelat nomor kendaraan.

Dalam video itu, tampak mobil berbelok dari arah barat di Jalan Slamet Riyadi. Tepat di antara Gapura Gladag, mobil menabrak sepeda motor yang datang dari arah selatan. Namun mobil tidak berhenti, langsung melaju ke arah selatan.

MettaNews menelusuri seputar TKP dan mendapat keterangan dari warga. Desas-desus bahkan menyebut kasus ini melibatkan orang dalam Keraton, mengingat arah lari pelaku masuk ke Baluwarti Keraton Surakarta.

Baluwarti adalah kawasan permukiman berpagar tembok tinggi, di sekeliling kompleks Keraton Surakarta.

“Begitu kejadian, mobilnya lari masuk Baluwarti, dan ketika ada yang mencari mobil seperti lenyap ditelan bumi. Padahal akses masuk Baluwarti pada jam segitu kan cuma satu pintu, Lawang Gapit Lor (gerbang utara) saja yang buka, tiga pintu lainnya tutup. Di dalam Baluwarti juga tidak banyak tempat untuk menyembunyikan mobil,” tutur beberapa warga.