SOLO, MettaNEWS – Isu kenaikan harga BBM khususnya pertalite dan pertamax pada Kamis (1/9/2022) esok membuat sejumlah SPBU di Solo dipadati antrean panjang. Antrean didominasi kendaraan roda dua hingga membludak ke luar SPBU. Dari pantauan MettaNEWS dilokasi antrean panjang terjadi sekira pukul 17.30 WIB.
Hingga berita ini ditulis antrean semakin panjang masih mengular. Terlihat kendaraan roda empat dan angkot Batik Solo Trans (BST) juga memadati antrean khusus. Salah mahasiswa yang ikut dalam antrean panjang tersebut ialah Adinda (19. Ia mengaku ikut antre untuk mengisi full kendaraan roda duanya lantaran mendengar isu harga Pertalite akan naik besok.
“Sudah dengar-dengar ada kenaikan dari berita, tapi kurang tahu juga mau berapa, ini ngeful dulu sebelum naik,” kata Adinda kepada MettaNEWS, Rabu (31/8/2022).
Biasanya Adinda mengisi Pertalite dengan kisaran Rp 20 ribu setiap harinya. Kini saat harga Pertalite diisukan akan naik pihaknya berharap kenaikan tak terlalu signifikan.
“Biasa pakai Pertalite, kalau bisa jangan terlalu mahal naiknya karena kan kebutuhan sehari-hari juga, biasanya pakai Pertalite sehari pengeluaran Rp 20 ribu kalau bepergian jauh kalau enggak bisa sampai 2 hari,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengemudi ojek online (ojol) Riski Yono (34) mengaku keberatan jika harga Pertalite akan naik.
“Bensin naik harusnya dari aplikatornya naikin tarif tapi ini malah dituruin tarifnya kan merugikan driver. Jadi pengaruh banget,“ kata Riski.
Senada dengan Adinda, pihaknya juga berniat untuk mengisi penuh tangki roda duanya untuk mencari pelanggan.
“Ini paling ngisi full, kalau naik mau enggak mau gimana lagi, namanya bensin pasti kebutuhan. Biasanya habis 35.000 untuk narik, ngisi full,” katanya.
Pihaknya yang semula juga menggunakan Pertamax terpaksa beralih ke Pertalite lantaran harganya terus menerus naik.
“Kalau dulu zaman Pertamax belum naik diselingi Pertamax, kalau sekarang mau enggak mau beli Pertalite. Ya, mau gimana lagi namanya naik sudah peraturan pemerintah, subsidinya sudah mulai distabilin, disesuaikan lah, ya kalau menurut saya naik enggak masalah cuma dari pihak-pihak kayak dari aplikator menyesuaikan juga,” tutupnya.








