Pameran Foto Tempo Doeloe, Sejarah dari Societeit Mangkoenegaran Menjadi Monumen Pers 

oleh
oleh
Pameran Foto Tempo Doeloe di Monumen Pers Nasional dari 30 Juni hingga 31 Juli 2022 | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS –  Monumen Pers Nasional menggelar Pameran Foto Tempo Doeloe yang mengangkat kisah perjalanan sejarah dari bangunan cagar budaya Societeit Mangkoenegaran menjadi Monumen Pers Nasional. 

Pameran menghadirkan 65 foto yang akan berlangsung selama 1 bulan di Aula Monumen Pers Nasional. Pameran foto ini juga sebagai peringatan 104 Tahun Societeit Mangkoenegaran asal mula bangunan Monumen Pers. 

Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo dalam sambutan pembukaan, Kamis (30/6/2022)  menyampaikan melalui pameran foto ini masyarakat bisa belajar dan mengenang sejarah apa yang terjadi di Surakarta. 

“Surakarta menjadi salah satu pusat sejarah Indonesia dengan memiliki banyak kisah yang mengiringi berdirinya Republik Indonesia melalui foto-foto yang menjadi saksi sejarah. Masyarakat bisa mengetahui apa yang terjadi di Surakarta melalui foto-foto ini,” tutur Widodo. 

Widodo mengungkapkan melalui pameran foto bersejarah ini, Monumen Pers juga ingin memperingati berdirinya cagar budaya yang dibangun oleh Mangkunegara yang pada perjalanannya menjadi Monumen Pers.

“Dengan ini kami juga berharap dapat lebih dekat dengan masyarakat Solo dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli akan sejarah dan ikut menjaga benda atau bangunan cagar budaya yang dimiliki Kota Solo,” ujarnya. 

Mewakili Pemerintah Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Surakarta, Tamso menyebut dalam fotografi mampu mengabadikan momen dan mewakili 1000 kata.

“Fotografi berperan penting dalam kehidupan karena menjadi media yang mampu mengabadikan momen dan mewakili 1000 kata,” tuturnya. 

Tamso juga mengajak masyarakat untuk menyerap makna yang tersirat dan tersurat sehingga dapat mengambil makna sejarah untuk kehidupan yang lebih baik. 

“Saya berharap ini dapat menjadi sarana kerjasama dan menambah kesan budaya di kota Solo serta menambah daya tarik wisatawan. Ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu tetapi menjadi inspirasi dan motivasi untuk kembali mengingat kebangkitan kejayaan Kota Solo di masa lalu. Semoga ini menjadi kebangkitan ekonomi sosial budaya yang ada di Kota Solo,” tutup Tamso.