Monumen Pers Salurkan 1.936 STB Pada Masyarakat Miskin di Solo

oleh
oleh
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meninjau penyaluran STB di Monumen Pers Nasional Solo | dok MPN

SOLO, MettaNEWS – Monumen Pers Nasional membagikan 1.936 Set Top Box  kepada masyarakat yang berhak menerima.

Partisipasi MPN Kominfo dengan memfasilitasi pembagian set top box (STB) gratis ini untuk turut menyukseskan implementasi kebijakan analog switch off (ASO) di Kota Surakarta.

Kelompok masyarakat yang menerima bantuan tersebut berdasarkan data rumah tangga miskin pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE).

Bantuan STB tersebut, dibagikan selama periode 19-22 Desember 2022. Mulai
pukul 08.00 – 17.00 WIB bertempat di MPN Kementerian Kominfo, Kota Surakarta.

“Sudah disalurkan STB pada masyarakat di Kota Surakarta yang berhak menerima
bantuan STB sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku,” kata Kepala MPN Kementerian Kominfo Widodo Hastjaryo di Kota Surakarta pada Kamis (22/12/2022).

Secara detail, lanjut Widodo, pada 19 Desember 2022 telah menyalurkan
sebanyak 420 unit STB kepada masyarakat penerima bantuan. Pada 20 Desember 2022, sebanyak 560 unit telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

“Pada 21 Desember 2022, ada 479 masyarakat yang telah menerima bantuan STB. Terakhir, pada 22 Desember 2022, ada sekitar 477 unit STB masyarakat yang telah menerima bantuan Pembagian bantuan STB sesuai dengan target yang ditentukan,” ujar Widodo.

Menurut Widodo, keberhasilan MPN Kominfo dalam membagikan ribuan STB kepada masyarakat penerima bantuan di Kota Surakarta akan berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sebab, televisi adalah jendela informasi yang dapat memberikan inspirasi dalam menjalani aktivitasnya.

Proses mendapatkan informasi itu dapat semakin mudah dipahami oleh masyarakat
yang menyaksikan tayangan televisi tersebut. Dikarenakan, memiliki kualitas tayangan yang berkualitas baik dari segi suara, gambar, hingga tayangan dari lembaga penyiaran swasta (LPS).

“Informasi dari televisi dapat menjadi semakin mudah dipahami oleh masyarakat yang menonton tayangan,” kata Widodo.

Kemudian, variasi tayangan dari pengelola LPS lokal pun menjadi semakin beragam.
Artinya, masyarakat dapat memilih informasi maupun program televisi yang sesuai dengan keinginannya. Jadi, tidak hanya terpaku dengan tayangan-tayangan dari LPS yang sudah eksis pada saat ini.

Dari mulai informasi yang bersifat hiburan, berita, hingga pendidikan dapat disaksikan
oleh masyarakat Kota Surakarta dengan menggunakan STB yang dipasangkan ke
televisi analog yang dimilikinya.

“Banyak siaran yang bisa ditonton oleh masyarakat ketika menggunakan STB,” imbuh Widodo.

Widodo pun berharap, masyarakat
penerima bantuan STB dapat menggunakan teknologi tersebut dengan positif. Dengan
cara, memilih tayangan televisi yang dapat memberikan manfaat kepada kehidupannya.

Dengan cara itu, akan membuat kehidupan masyarakat di Kota Surakarta menjadi lebih
produktif ke depan. Melalui informasi yang didapatkan dari tayangan televisi yang menerapkan kebijakan ASO.

“Pergunakan STB dengan positif, agar bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari,”
pungkas Widodo.