SOLO, MettaNEWS – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Atma Bhakti Surakarta meluluskan sebanyak 226 mahasiswa. Wisuda angkatan XXI STIE Atma Bhakti Surakarta ini digelar di Graha Saba Buana, Kamis (28/7/2022) secara rinci meluluskan 16 mahasiswa Program Studi Akuntasi dan 210 mahasiswa Program Studi Manajemen.
Ketua STIE Atma Bakti Surakarta Dr. Sutianingsih SE, MM menjelaskan, dalam memenuhi tuntutan tersedia lulusan yang siap kerja, STIE Atma Bhakti terus mengikuti perkembangan dunia usaha, lembaga pemerintah dan swasta.
“Bentuk penyesuaian diri tersebut dituangkan dalam kurikulum muatan lokal selain kurikulum inti dari Dikti. Untuk memberikan bekal kepada lulusan agar mempunyai wawasan yang luas, daya yang kreatif dan inovatif serta berperilaku sebagai masyarakat akademis, maka metode pembelajaran di STIE Atma Bhakti lebih dititik beratkan pada metode diskusi, dan penuangan pemikiran yang analis melalui penugasan-penugasan,” jelas Sutianingsih.
Selain itu lanjut Sutianingsih, STIE Atma Bhakti memiliki pengembangan penggemblengan kepada lulusan berupa outbound training. Program ini bertujuan untuk memupuk jiwa kewirausahaan, percaya diri, disiplin dan peka terhadap lingkungan.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Bimo Widio Andoko yang hadir menyaksikan gladi bersih wisuda, Rabu (27/7/2022) mengungkapkan, dengan perkembangan zaman yang sangat cepat ini para dosen diituntut memiliki kompetensi yang tinggi.
“Kami dari LLDIKTI terus mengejar kompetensi tersebut. Supaya pada ujungnya nanti kita dapat profil dosen yang baik,” ujar Bimo.
Bimo menambahkan perbedaan perguruan tinggi di Jawa Tengah ini terjadi kesenjangan yang cukup tinggi.
“Perbedaannya terlihat sekali jadi ada perguruan tinggi yang sangat bagus sekali dan masih banyak yang belum bisa menyusul ketertinggalan salah satunya adalah kompetensi dosen,” tandasnya.
Pada wisuda Atma Bhakti ini Bimo berpesan pada ank didik untuk terus belajar mengikuti tuntutan zaman.
“Tuntutan sekarang banyak informasi. Kemampuan literasi dan IT kita dituntut untuk peka membedakan mana informasi yang benar dan hoax. Salah satu yang diharapkan pemerintah adalah tahun 2040 anak bangsa kita bisa menjadi pemimpin mendukung Indonesia emas,” pungkas Bimo.








