SOLO, MettaNEWS – Yayasan Budha Tzu Chi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menandatangani nota kesepakatan bersama untuk membangun 30 unit rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni (RLH).
Penandatanganan dilakukan di Kantor Wali Kota Solo, Senin (26/6/2023) bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Usai pertemuan, Sekretaris Umum Yayasan Budha Tzu Chi, Hong Tjhin mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan pembangunan RTLH sebanyak 11 pembangunan dan akan membangun 10 rumah yang telah dilakukan pendataan. Pihaknya berharap ada 9 data yang segera masuk sehingga bisa dilakukan pembangunan selanjutnya.
“Karena kita dapati masih banyak ada 4 ribu atau lebih, jadi ini adalah berkesinambungan upaya-upaya untuk membereskan satu per satu RTLH yang ada di Solo,” kata Hong Tjhin.
Pihaknya juga telah menggandeng pengusaha dalam negeri seperti Sinas Mas Panca Budi, Cipta Foundation dan pengusaha lainnya dalam pemberian bantuan bagi upaya pengentasan RTLH ini.
“Nilainya menyesuaikan dengan RAB yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kota Solo dengan beberapa penyesuaian agar rumahnya bisa layak dan sehat,” jelasnya.
“Nilainya RLH Rp 40-60 juta per unit, syaratnya Hak Milik dan tinggal disitu dan setelah kita survei memang perlu dibantu termasuk rumah tidak layak huni,” lanjutnya.
Adapun syarat bagi penerima bantuan RLH tersebut adalah pemilik memiliki surat hak milik. Artinya tanah dan bangunan yang berdiri merupakan milik penerima bantuan.
“Tidak ada ketentuan luasan rumah, karena kita melihat rumah ini rumah sendiri rumahnya masuk kategori tidak layak huni sehingga kita prioritaskan untuk menjadi program bantuan kita,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena banyak pihak yang membantu untuk mengentaskan RTLH di wilayah Kota Solo.
“(RTLH) masih banyak rapopo (nggak apa-apa) sing (yang-red) bantu ya okeh (banyak-red). 4 ribuan ya sekitar itu kan habis ini hibahnya UEA cair masih banyak bantuan bantuan swasta tenang aja,” kata Gibran.
Gibran menjelaskan, pihaknya mengajukan data penerima pembangunan RTLH untuk kemudian diseleksi oleh pihak yang membantu. Ia juga mengatakan ada beberapa wilayah yang masih menjaadi prioritas.
“Sasarannya nyebar. Ada Pucangsawit, Semanggi, Mojo. Yang masih di kawasan kumuh. Kita kejar dua tahun kedepan,” kata dia.
Dalam menyelesaikan persoalan RTLH di Kota Solo, Gibran mengaku akan banyak menggandeng CSR. Ia juga optimis permasalah ini akan selesai dalam dua tahun ke depan.
“Ya pokoknya kita kejar semua, RTLH selesai,” katanya.







