Wilujengan Ruwahan Pura Mangkunegaran, Doa dan Ziarah Makam Trah Mataram Islam 

oleh
KGPAA Mangkunegara X menyalami abdi dalem Mangkunegaran yang hadir saat acara Ruwahan, Kamis (17/3/2022) malam | MettaNews/Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Gelaran Ruwahan yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-265 Mangkunegaran (MN) di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran, Kamis (17/03/2022). Wilujengan Ruwahan atau Sadranan di Mangkunegaran ini merupakan acara doa dan ziarah ke makam trah Mataram Islam, setiap bulan Ruwah. 

Pengageng Wedhana Satria Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso mengungkapkan rangkaian acara nyadran berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari.

“Nanti ada utusan yang nyekar ke Imogiri, Kota Gede, tempat raja-raja Mataram dimakamkan. Juga ke makam Pangeran Hadiwijoyo di Kaliabu, Magelang. Lalu, tentu ke Mangadeg dan Girilayu, juga ke makam Patih Kudanawarsa di Selogiri, juga ke makam patih-patih Mangkunegaran lainnya,” terang Lilik Priarso kepada awak media seusai acara, Kamis (17/03/2022).

Pada ziarah makam tersebut, KGPAA Mangkunegara X tidak diizinkan untuk hadir.

“Iya karena beliau sebagai Mangkunegara, sesuai tradisi memang tidak diperkenankan berziarah ke makam, tapi beliau kemarin menyempatkan diri untuk berziarah sebelum jumenengan (dinobatkan). Sekarang kalau Nyadran itu ya utusan abdi dalem,” ungkap Lilik

Sementara itu, Putra sulung Mangkunegara IX,  Gusti Pangeran Harya Paundrakarna Jiwa Suryanegara tidak nampak hadir dalam acara Ruwahan.  

“Mas Paundra tadi katanya mau rawuh, nggak tau kok tidak jadi, apa belum kondur dari kerjaannya di Batik Keris. Tapi tadi katanya mau datang. Makanya kan kita siapkan kursi kosong satu kan tadi. Kalau mbak Menur memang di Jakarta,” ungkap KRMT Lilik Priarso.

Tidak ada pesan khusus dari KGPAA Mangkunegara X, KRMT Lilik Priarso menyebut KGPAA Kanjeng Gusti hanya memerintahkan ziarah.