Warga Keluhkan Pelayanan Publik Malah Disodori Pasal Jam Kerja ASN, Gibran Ngamuk

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming geram dengan cara penanganan salah satu OPD (organisasi perangkat daerah) Pemkot Solo menjawab pertanyaan warga soal pelayanan publik.

Warga mengupload pertanyaan tersebut melalui Twitter lewat akun Iron Man @Msidiqprasetyo. Akun ini juga nge tag Twitter Wali Kota @gibran_tweet dan @PEMKOT_SOLO.

@Msidiqprasetyo menulis : Pripun ngih mas .. ngurus surat2 kangge pegawai karyawan..sabtu minggu libur jumat tutup jam 11..bingung niki nguruse kapan malih..senin sampe jumat tasih nyambut gawe..wancine jumat rodo longgar malah tutup..@gibran_tweet @PEMKOT_SOLO.

Pertanyaan dari warga tersebut mendapat jawaban Pemkot Solo.
Selamat pagi…berikut respon Bagian Organisasi.

Terimakasih atas aduan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Surakarta.
Response Pertama
Terkait penerapan jam keria instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta telah diatur dalam Peraturan Walikota Surakarta Nomor 7 Tahun 2016 tentang Hari dan Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Berdasarkan pada Pasal 2 huruf a, disebutkan bahwa Jumlah hari kerja efektif adalah 5 (lima) hari dalam seminggu, yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat. Selanjutnya disebutkan pada Pasal 2 huruf b, bahwa Jumlah jam kerja efektif adalah 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam dalam seminggu, yaitu:
1. Senin s/d Kamis : pukul 07.15 – 16.00 WIB Waktu Istirahat : pukul 12.00 – 12.30 WIB
2. Jumat : pukul 07.00 – 11.30 WIB
Pengaturan jam kerja tersebut di atas telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Aduan akan dijadikan bahan evaluasi atas penerapan jam keria instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta mendasar pada Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2023 tentang Hari dan Jam Keria Instansi Pemerintah.

Demikian tanggapan yang bisa kami sampaikan. Terimakasih

Sontak Wali Kota Gibran membalas twit tersebut dengan nada jengkel.

‘Aku ra seneng coromu jawab keluhan warga. Ra solutif blas. Wes tak urus dewe wae’ twit Gibran lewat akun @gibran_tweet.

Gibran menyebut sudah menyelesaikan keluhan warga tersebut.

“Sudah saya rampungkan. Ya begitulah untuk pelayanannya nanti saya rampungkan juga,” ujarnya pada wartawan di Alila Solo usai pertemuan dengan utusan UEA, Kamis (20/7/2023).

Dari peristiwa tersebut Gibran mencontohkan dengan perumpamaan orang lapar.

“Misal e kowe luwe, mas aku luwe, ni makanan. Dah gitu lho. Ora mas aku luwe malah dijelaske luwe itu karena laper ini ini ini makanya kalau luwe harus makan ini ini ini kalau makan nasi ya. Kan kui ora ngrampungke luwe ne. Malah di kei pasal-pasal,” tegas Gibran.

Gibran kembali menegaskan akan merampungkan masalah kendala pada layanan publik ini.

“Wis engko tak rampungke. Intine ngono. Wis rampung kok,” tandasnya.

Putra sulung Presiden Jokowi itu menuturkan semua pelayanan publik harus menyelesaikan masalah warga.

“Itukan dia tidak bisa ngurus pas jam kerja. Yawis tha ya tinggal minta HP nya coba misal e dokumen dikirim lewat gosend atau bisa ketemu di luar jam kerja. Kan namanya pelayanan publik harus ada ekstra effort. Bukannya o ga bisa saya pulang jam segini, sesuk wae ya. Yo ora isa,” tandasnya.

Gibran kembali mengingatkan bagaimana seharusnya pelayanan publik bagi warga.

“Namanya pelayanan publik ya kayak gitu. Memang repot tapi itu yang namanya pelayanan publik. Ora menyelesaikan masalah kalau kayak gitu. Malah kasih pasal-pasal. Pasal ini itu pulang jam segini. Orang tambah nesu nho,” ungkapnya.

Gibran menyampaikan pelayanan publik itu juga tidak melihat akhir pekan.

“Ada aplikasinya juga. Orang yang butuh sesuatu mbok sodori formulir orang soyo  nesu (semakin marah). Intinya kita ingin menyelesaikan masalah. Jangan mempersulit warga. Kita tidak ingin yang bertele-tele. Kita mempermudah masyarakat,” pungkasnya.