SOLO, MettaNEWS – Seratusan KK (kepala keluarga) dari empat kelurahan di Banjarsari yakni Nusukan, Kadipiro, Banjarsari dan Joglo terdampak pembangunan Underpass Joglo.
Camat Banjarsari Beni Supartono Putro mengatakan belum ada tahapan appraisal atau proses penaksiran harga lantaran saat ini proses relokasi baru sampai di tahapan pinlok atau penyesuaian kebutuhan lahan.
“Baru tahapan pinlok kebutuhan lahan dan itu masih dibuka peluang. Jadi ketika diumumkan luasannya ini warga diberi kesempatan 14 hari untuk mengajukan banding,” ujarnya, Kamis (20/7/2023).
Warga diberi kesempatan banding selama 14 hari untuk pengajuan lahan yang akan dibeli dan digunakan untuk proyek Underpass Joglo.
“Kalau ada rumah warga yang tinggal separuh ya sekalian saja. Nanti dilihat oleh tim apakah memungkinkan secara spek bangun secara keuangan untuk dibeli 100 persen. Apakah tetap dalam posisi yang ditentukan,” terang Beni.
Apabila lahan warga yang terdampak proyek Underpass Joglo lebih dari 50 persen, tim appraisal akan mempertimbangkan apakah lahan warga tersebut akan dibeli 100 persen atau tidak.
“Jika hanya berkurang 20 persen untuk proyek artinya masih 80 persen yang tersisa itu masih bisa dipakai rumah dan masih layak. Mungkin oleh tim tidak dikabulkan, tapi kalau sudah lebih dari 50 persen sampai 60 persen rumahnya kena ibaratnya hanya tinggal tolietnya saja mungkin layak dipertimbangkan dibeli semua,” paparnya.
Kendati demikian semua keputusan tetap berada di tangan tim apakah banding yang diajukan lolos atau tidak.
“Yang paling banyak Nusukan, karena posisi jalan itu melengkung malah yang di Banjarsari nggak terlalu banyak karena sisi utara itu kan punyanya Pemkot Solo TNI, Makam Bonoloyo. Artinya yang Banjarsari banyak aset Pemkot, tapi kalau Nuskan semua kecuali kalau Kantor Pos itu miliknya pemerintah lainnya punya warga. Perkiraan lebih dari 100 KK, Nusukan Joglo Kadipiro Banjarsari,” tukasnya.
Kelurahan Nusukan Paling Terdampang Proyek Underpass Joglo
Kelurahan Nusukan menjadi wilayah yang paling terdampak pembangunan Underpass Joglo. Lurah Nusukan, Arik Rahmadhani menyebut wilayah yang terdampak dimulai dari sisi barat Simpang Joglo kea rah SPBU Banyuagung Kadipiro.
“Kemarin sudah dinilai untuk apprisial jadi tinggal menunggu hasil penilaian dan penafsirannya. Prosesnya masih menunggu, lokasinya dari simpang ke kiri arah POM Banyuagung dekatnya Kantor Pos,” terangnya.
Warga yang terdampak kemudian akan diberikan ganti untung untuk mencari lahan baru sebagai tempat tinggal.
“Dari pemerintah akan memberikan ganti untung, nggak ada tawaran rusun karena orang mampu. Tanggapan masyarakat biasa ada yang menerima ada yang tidak tetapi selama ini warga masyarakat sangat mendukung proyek karena juga untuk anak cucu kita. Proses ganti untung ini ditargetkan tahun ini selesai,” pungkasnya.








