Waldjinah hingga Gesang Terima Penghargaan Memori Kolektif Bangsa dari Pemkot Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memberikan penghargaan Memori Kolektif Bangsa Tahun 2025–2026 kepada lima tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah, seni, budaya, dan nilai kemanusiaan.

Lima penerima penghargaan tersebut adalah Waldjinah, maestro keroncong perempuan Indonesia; Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Surakarta; Supadi Ngaliman Tjondropangrawit, maestro tari Jawa klasik gaya Surakarta; Gesang Martohartono, maestro keroncong Indonesia; serta Martopangrawit, maestro karawitan.

Penghargaan diserahkan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta dalam kegiatan LARAS KRIDA 2026 (Gelar Pengawasan Kearsipan Daerah) sekaligus Penyerahan Penghargaan Memori Kolektif Bangsa, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahma Nur Hayati, S.K.M., M.Kes., serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Surakarta, Purwanti, S.K.M., M.Kes.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Heny Ermawati, S.H., M.Hum., mengatakan arsip memiliki nilai penting yang melampaui sekadar dokumen masa lalu. Arsip menjadi sumber pengetahuan, dasar pengambilan kebijakan, sekaligus bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya dan kearifan lokal.

“Arsip yang terdokumentasi dengan baik dan disajikan secara menarik akan menguatkan kecintaan dan kebanggaan generasi muda pada kekayaan budaya bangsanya,” ujar Heny.

Menurutnya, pengelolaan arsip harus dilakukan secara profesional untuk menjaga keamanan, keutuhan, dan keaslian informasi. Di sisi lain, arsip yang memiliki nilai sejarah juga perlu dapat diakses masyarakat sebagai bagian dari pemenuhan hak atas informasi.

Penghargaan Memori Kolektif Bangsa tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap tokoh dan lembaga yang memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Dokumen, rekaman, serta arsip yang berkaitan dengan kiprah mereka diharapkan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

DPMPTSP Solo Raih Penghargaan Kearsipan Terbaik

Selain memberikan penghargaan Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Surakarta juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah dengan hasil pengawasan kearsipan internal terbaik tahun 2026.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, sedangkan juara ketiga diraih Sekretariat DPRD.

Adapun penghargaan Harapan I diberikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Sementara itu, penghargaan Harapan II diraih Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan.

Heny menjelaskan, tertib kearsipan merupakan kebutuhan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tata kelola arsip yang baik dapat mempermudah pencarian dokumen, menyediakan informasi yang akurat, serta mendukung proses pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

“Pengawasan kearsipan tentu sangat penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lancar, aman, dan tertib,” tegasnya.

Melalui LARAS KRIDA 2026, Heny berharap seluruh perangkat daerah terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip, memperkuat integritas administrasi, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Ia juga mengingatkan bahwa pelestarian arsip bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.

Dokumen, foto, surat, rekaman, hingga koleksi pribadi yang memiliki nilai sejarah dapat menjadi sumber pengetahuan berharga apabila dirawat, dilestarikan, dan dibuka aksesnya bagi generasi mendatang. Dengan demikian, jejak sejarah dan kekayaan budaya bangsa dapat terus dipelajari serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.