Gesang Masih Dicintai Jepang, Delegasi Negeri Sakura Temui Wali Kota Respati, Solo Siapkan Langkah Besar untuk Sang Maestro

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Karya maestro keroncong Indonesia, Gesang, ternyata masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jepang. Hal itu terlihat dari kunjungan rombongan penggiat dan pecinta karya Gesang dari Negeri Sakura yang melakukan audiensi dengan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, di Ruang Rapat Wali Kota Surakarta, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan Jepang, sekaligus membahas upaya pelestarian warisan musik keroncong yang telah mendunia melalui lagu legendaris Bengawan Solo.

Audiensi turut didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Surakarta, Sumilir Wijayanti, S.STP., M.Si. Rombongan dipimpin Heru Santoso dari Persatuan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ), bersama perwakilan Panasonic dan sejumlah tokoh asal Jepang yang selama ini dikenal sebagai sahabat Gesang.

Di antaranya hadir Mr. Shohei Mozu, sahabat Gesang yang juga merupakan penulis dan komposer di Jepang. Turut hadir pula Ibu Yumiko Hirano, Mrs. Yuko Yasuda, Mrs. Yoshie Kitagishi, Mr. Yutaka Senda, Mr. Yoshiyuki Takabayashi, serta perwakilan Panasonic, Kriya Nusantara, Gobel Group, BBP, dan BSW.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Respati Ardi menyampaikan apresiasi atas kecintaan masyarakat Jepang terhadap karya-karya Gesang yang hingga kini masih terus dikenang lintas generasi.

“Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan semangat para sahabat Gesang dari Jepang dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa karya Gesang memiliki nilai universal dan mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa,” terang Respati.

Wali Kota muda ini menambahkan, Solo sebagai kota kelahiran Gesang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga sekaligus menghidupkan kembali semangat sang maestro. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar karya-karya Gesang semakin dikenal di tingkat internasional.

Respati mengungkapkan, salah satu langkah yang tengah disiapkan pemerintah adalah penataan kawasan Monumen Gesang agar menjadi ruang budaya yang lebih representatif. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengenang sosok Gesang, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, Pemkot Surakarta juga berencana menginisiasi berbagai kegiatan bertema Gesang untuk memperkenalkan perjalanan hidup dan karya-karya sang maestro kepada generasi muda.

“Solo sebagai kota kelahiran Gesang memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus menghidupkan kembali semangat beliau melalui berbagai program budaya,” kata Respati.

Suasana audiensi semakin hangat ketika perwakilan Kriya Nusantara, Chakim, menyerahkan cendera mata berupa music box yang memainkan melodi lagu Bengawan Solo kepada Wali Kota Surakarta. Hadiah tersebut menjadi simbol eratnya persahabatan budaya antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun melalui karya-karya Gesang.

Sementara itu, Mr. Shohei Mozu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Gesang yang selama ini menjadi sumber inspirasi dalam perjalanan berkesenian di Jepang. Ia berharap hubungan budaya yang telah terbangun melalui karya sang maestro dapat terus diperkuat melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surakarta.

Lagu Bengawan Solo, lanjutnya, bukan sekadar karya musik, tetapi telah menjadi bagian dari jembatan persahabatan antara masyarakat Jepang dan Indonesia.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pelestarian musik keroncong, pengembangan diplomasi budaya, hingga promosi Kota Solo sebagai rumah bagi warisan budaya Gesang yang terus mendapat apresiasi dari dunia internasional.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap warisan Gesang tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat dunia sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang mampu menyatukan bangsa melalui musik.