Kebakaran TPA Putri Cempo Hampir 100 Persen Padam, Status Tanggap Darurat Tetap hingga 16 September

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, memasuki tahap akhir. Hingga Senin (14/9/2026), progres pemadaman dan pengendalian titik api secara keseluruhan telah mencapai hampir 100 persen.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi tim gabungan yang terus melakukan penanganan di sejumlah blok TPA Putri Cempo.

Dalam penyampaian perkembangan terbaru, Ari didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Indradi dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

“Secara keseluruhan penanganan dan pengendalian titik api ini sudah bisa terkendali. Kemarin ada beberapa tempat yang tidak bisa kita jangkau, terutama di Blok B lereng timur, sekarang sudah bisa dikendalikan oleh tim gabungan,” ujar Ari.

Meski tingkat pengendalian api telah mendekati 100 persen, tim gabungan belum menghentikan operasi. Penyisiran dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada sumber panas yang berpotensi memunculkan kembali titik api.

Pada Senin, penyisiran difokuskan dari Blok B Bravo bagian utara menuju Blok C. Langkah tersebut melanjutkan penanganan Blok B bagian utara yang sehari sebelumnya masih berada di kisaran 95 persen dan kini telah mendekati 100 persen.

Sementara itu, titik asap yang sebelumnya sempat muncul di Blok C dan Blok D juga langsung ditangani petugas di lapangan. Titik-titik tersebut berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran baru.

Status Tanggap Darurat Masih Berlaku

Kendati api hampir seluruhnya berhasil dikendalikan, status tanggap darurat bencana kebakaran TPA Putri Cempo tetap berlaku hingga 16 September 2026.

BPBD masih membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh kawasan benar-benar aman sekaligus mengevaluasi potensi munculnya kembali titik api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Indradi menjelaskan, potensi munculnya api masih tetap ada karena karakteristik timbunan sampah yang dapat menyimpan panas.

“Dalam proses pembusukan sampah itu tetap menghasilkan suhu panas. Kemudian sinar matahari juga ikut membantu. Di sana juga ada sampah yang diekskavator, yang masih baru. Itu kemungkinan juga memicu terjadinya api,” jelas Indradi.

Menurutnya, kebakaran dapat kembali muncul apabila unsur-unsur pendukung pembakaran terpenuhi.

“Jadi ada segitiga api. Ada oksigen, ada suhu panas, kemudian ada gas. Mungkin yang terjadi, penyalaan itu karena unsur ketiga ini terpenuhi,” katanya.

Karena itu, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif. Setiap titik asap yang muncul langsung mendapat penanganan.

“Tim gabungan tetap selalu siaga. Adanya titik-titik asap tetap kita treatment, terutama melakukan injek. Sampai saat ini masih berjalan,” ujar Indradi.

Ari menambahkan, dua titik asap yang sempat muncul di Blok C dan Blok D juga berhasil ditangani dengan cepat.

“Yang kemarin di C dan D, dua titik. Tapi bisa langsung segera ditangani,” katanya.

Tanggap Darurat Dievaluasi 16 September

Ari memastikan status tanggap darurat tetap berjalan sesuai jadwal hingga 16 September. Pemerintah Kota Surakarta masih melakukan pembahasan dan evaluasi sebelum menentukan apakah status tersebut akan diperpanjang atau dihentikan.

“Kita tetap sesuai jadwal tanggal 16, karena kita masih melakukan pembahasan. Proses pembahasan ini kurang lebih sampai dengan tanggal 16,” ujar Ari.

Evaluasi tidak hanya berkaitan dengan titik api, tetapi juga kondisi teknis kawasan TPA yang masih memiliki sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah kawasan Blok B sisi timur yang memiliki medan cukup curam. BPBD mempertimbangkan pembukaan akses menuju lokasi tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih mudah.

Namun, pembukaan akses harus dilakukan dengan pendampingan personel Damkar. Pasalnya, aktivitas alat berat berpotensi membuka kembali material panas yang berada di dalam timbunan sampah.

Siapkan Sumur Bor untuk Antisipasi Api Kembali

Selain memperkuat akses, BPBD juga menyiapkan pembangunan sumur dalam atau sumur bor di antara Blok B Bravo dan Blok C dengan bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sumur tersebut disiapkan sebagai sumber air tambahan untuk mengantisipasi apabila kembali muncul titik api di kawasan tersebut.

“Antara Blok B Bravo dan Blok C itu akan dibuat sumur dalam atau sumur bor untuk mengantisipasi ketika di situ muncul titik api yang baru. Kita mendapat bantuan dari BNPB untuk sumur dalam, rencananya akan kita tempatkan di situ,” kata Ari.

Dengan kondisi api yang hampir seluruhnya terkendali, fokus penanganan kini bergeser dari pemadaman besar menuju pendinginan, penyisiran, dan pemantauan.

Meski demikian, personel gabungan tetap disiagakan. Pasalnya, panas yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah dapat sewaktu-waktu memicu munculnya kembali titik asap maupun api.

Pemerintah Kota Surakarta pun belum menganggap penanganan selesai sepenuhnya sebelum seluruh kawasan TPA Putri Cempo dinyatakan aman dan tidak lagi memiliki potensi kebakaran susulan.