Kebakaran TPA Putri Cempo Terkendali 65 Persen, Pemadaman Difokuskan di Blok B

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, hingga Jumat (11/9/2026), secara keseluruhan telah mencapai 65 persen.

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone termal pada Jumat pagi serta evaluasi operasi gabungan yang dilakukan pada Kamis (10/9/2026) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan operasi pemadaman dan pendinginan yang melibatkan TNI, Polri, Damkar, BPBD, serta relawan berlangsung efektif sepanjang malam.

Menurutnya, sinergi lintas instansi terus dilakukan untuk menekan titik panas sekaligus melokalisasi area yang terdampak kebakaran.

“Berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone termal pada pagi hari ini serta berdasarkan evaluasi operasi gabungan tadi malam untuk penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo menunjukkan progres positif yang signifikan. Secara keseluruhan tingkat pengendalian dan penanganan saat ini telah mencapai angka 65 persen terkendali,” kata Ari saat memberikan update penanganan di Posko TPA Putri Cempo, Jumat (11/9/2026).

Pemadaman Dipusatkan di Blok B

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, Indradi, mengatakan operasi pemadaman Jumat difokuskan di Blok B sisi utara-timur. Langkah tersebut dilakukan untuk menuntaskan sisa titik panas yang masih terdeteksi di kawasan tersebut.

Sementara itu, pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan secara berkala di Blok C. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena kondisi cuaca dan potensi gas metana yang masih terdapat di dalam gundukan sampah.

“Di zona C itu pengetapan titik panas di bagian atas, karena dari hasil geotermal masih ada panas. Kemudian di zona B, dibackup dua ekskavator untuk membuka jalur lagi sampai ke atas. Kemudian juga dibantu personel dari tim pemadam gabungan Damkar dan TNI-Polri,” jelas Indradi.

Selain Blok B dan C, tim gabungan juga melakukan pendinginan di sisi utara IPAL. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang cukup ekstrem karena memiliki suhu paling panas. Di sisi timur, kondisi medan juga cukup sulit karena terdapat lereng yang curam.

Tim akan terus berupaya menjangkau kawasan tersebut untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 11 unit armada dikerahkan untuk melakukan penyemprotan air secara masif. Penanganan juga didukung lima unit alat berat, tiga di antaranya merupakan bantuan dari BNPB.

Selain itu, sebanyak enam regu gabungan diterjunkan secara bergantian untuk memperkuat proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Pembuangan Sampah Tetap Berjalan

Di tengah proses penanganan kebakaran, aktivitas pembuangan sampah ke TPA Putri Cempo tetap berjalan. Namun, jumlah armada yang masuk dibatasi untuk menjaga kelancaran mobilitas kendaraan pemadam di dalam kawasan TPA.

Kepala UPT Pengelolaan TPA Putri Cempo DLH Kota Surakarta, Edi Suparmanto, mengatakan pembatasan dilakukan agar armada pengangkut sampah tidak mengganggu proses pemadaman yang masih berlangsung.

“Harapan kami, armada yang masuk tidak mengganggu proses pemadaman di TPA, tetapi pelayanan pembuangan sampah ke TPA tetap bisa berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Edi.

Untuk armada dari wilayah kelurahan dengan cakupan layanan kecil, pembuangan dibatasi maksimal satu rit per armada. Wilayah dengan cakupan layanan menengah diperbolehkan maksimal dua rit, sedangkan wilayah dengan cakupan layanan besar seperti Mojosongo dan Jebres maksimal tiga rit per armada setiap hari.

Pengaturan waktu juga diterapkan. Sesi pagi diperuntukkan bagi armada dari wilayah kelurahan. Sedangkan sesi kedua mulai pukul 13.00 WIB digunakan untuk kegiatan usaha atau umum serta armada pelat merah untuk rit kedua dan ketiga.

Sementara itu, Ari mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Ia meminta dukungan dari berbagai pihak tetap diberikan hingga proses pemadaman benar-benar tuntas.

“Kami mohon bantuan dukungan terus dari seluruh pihak. Dan terima kasih selama ini yang sudah mendukung tim gabungan dalam rangka mengendalikan kebakaran di TPA tersebut,” pungkas Ari.

Pemadaman, pendinginan, pembukaan akses, serta pemantauan titik panas akan terus dilakukan secara bertahap. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan titik panas di Blok B sekaligus memastikan area lainnya tetap aman dan terkendali.