SOLO, MettaNEWS – Penanganan kebakaran lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, mulai dapat terkendali. Memasuki hari kedelapan penanganan, area terdampak kebakaran di Blok B berhasil dikendalikan hingga 40–45 persen.
Sementara itu, kondisi di Blok C dan Blok D1 telah berhasil dikendalikan. Tim gabungan kini masih memusatkan upaya pemadaman di Blok B yang menjadi titik fokus penanganan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan dari total luas Blok B yang mencapai 3,92 hektare, sekitar 1,5 hingga 1,7 hektare telah berhasil dikendalikan.
“Kalau dari luasan total di Blok B dari 3,92 hektare, itu ada sekitar 1,5 sampai 1,7 hektare yang bisa dikendalikan oleh teman-teman yang ada di lapangan,” kata Ari dalam keterangan update penanganan kebakaran, Kamis (10/9/2026).
Secara keseluruhan, area yang sebelumnya terdampak kebakaran di Blok B, C, dan D1 mencapai sekitar 5,5 hektare.
Untuk Blok C, penanganan telah berhasil mengendalikan area seluas 1,8 hektare. Sedangkan di Blok D1, area yang berhasil dikendalikan mencapai 0,59 hektare.
Delapan Tim Fokus Padamkan Blok B
Meski kondisi kebakaran secara umum semakin membaik, Blok B masih menjadi prioritas utama. Sebanyak delapan tim dikerahkan untuk melakukan pemadaman di kawasan tersebut.
Tim terdiri atas personel noselmen dan helper yang didukung unsur TNI, Polri, relawan, BPBD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran.
“Untuk kegiatan hari ini tetap dilaksanakan pemadaman. Di Blok B tetap kita laksanakan untuk fokusnya,” ujar Ari.
Sementara itu, satu tim masih ditempatkan di Blok C untuk melakukan injeksi pada sejumlah lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan titik-titik yang masih menunjukkan tanda sisa kebakaran dapat segera ditangani dan tidak kembali memicu kebakaran.
Hasil asesmen BPPTKG Yogyakarta juga menunjukkan kondisi yang semakin baik. Di Blok C dan Blok D1 sudah tidak ditemukan gas metana.
Namun, gas metana masih terdeteksi di Blok B karena proses penanganan kebakaran di kawasan tersebut masih berlangsung.
Perkembangan penanganan Blok B salah satunya terlihat melalui pemantauan menggunakan drone termal. Tim membandingkan kondisi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 16.00 WIB dengan hasil pemantauan Kamis (10/9) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kalau melihat progresnya dengan membandingkan drone yang kemarin jam 16.00 sore dengan siang hari ini jam 09.00 tadi, kita sudah 40 sampai dengan 45 persen untuk yang di Blok B,” jelas Ari.
Akses Lereng Timur Mulai Terbuka
Selain pemadaman, tim gabungan juga terus menggunakan alat berat untuk membuka akses menuju titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau.
Saat ini terdapat lima unit alat berat yang dikerahkan, terdiri atas bantuan BNPB dan UPTD Putri Cempo.
Akses di bagian lereng timur Blok B sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kondisi medan membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan akses menuju kawasan tersebut mulai terbuka.
“Memang kita masih kesulitan untuk membuka akses yang di sebelah lereng timur di Blok B. Tapi berdasarkan pantauan di lapangan, tadi sudah mulai bisa membuka di lereng sebelah timur, agar segera bisa mengakses lereng yang sebelah timur,” kata Ari.
Dukungan operasi penanganan kebakaran saat ini melibatkan sekitar 26 armada. Kendaraan tersebut meliputi mobil taktis, mobil tangki, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, hingga angkutan serbaguna.
Sementara untuk kebutuhan air, hingga Kamis (10/9/2026), proses pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo telah menggunakan sekitar 5,2 juta liter air.
Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk memastikan seluruh titik yang terdampak kebakaran dapat dikendalikan serta kondisi TPA Putri Cempo tetap aman.








