SOLO, MettaNEWS – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, terus diperkuat melalui rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pelaksanaan OMC masih menunggu kondisi atmosfer, khususnya pertumbuhan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan koordinasi pelaksanaan OMC terus dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pangkalan TNI AU (Lanud).
Menurut Ari, OMC telah masuk dalam rencana pelaksanaan pada 9–11 September 2026. Meski demikian, operasi tidak dapat dilakukan secara otomatis hanya berdasarkan jadwal.
Pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pertumbuhan awan di wilayah sasaran. Jika kondisi atmosfer mendukung, operasi dapat segera dilakukan.
“Mudah-mudahan sesuai jadwal, karena hari ini direncanakan, yakni antara tanggal 9 sampai dengan tanggal 11. Pelaksanaannya menunggu pertumbuhan awan yang memungkinkan untuk dilakukan OMC. Bisa dilaksanakan selama tiga hari, bisa juga hanya satu hari,” jelas Ari.
Dengan demikian, tim pelaksana terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan perkembangan awan. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menentukan waktu yang tepat dalam melaksanakan OMC.
Ari menjelaskan, meskipun OMC telah dijadwalkan selama periode 9–11 September, durasi pelaksanaannya tetap fleksibel. Operasi bisa berlangsung selama tiga hari apabila kondisi awan mendukung, atau hanya dilakukan satu hari jika kondisi yang diperlukan tidak tersedia pada hari berikutnya.
Blok B Masih Jadi Prioritas
Di tengah persiapan OMC, BPBD Kota Surakarta bersama seluruh unsur gabungan masih memprioritaskan penanganan kebakaran di Blok B TPA Putri Cempo.
Pemadaman terus dilakukan hingga titik-titik api di kawasan tersebut dapat dikendalikan. Berbagai upaya juga dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan efektif.
Sementara itu, kondisi di Blok C dan Blok D1 yang sebelumnya telah berhasil dikendalikan tetap dipantau secara berkala.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api maupun kondisi lain yang berpotensi mengganggu proses penanganan kebakaran.
OMC sendiri diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pendukung dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, khususnya apabila kondisi cuaca memungkinkan terbentuknya hujan di wilayah sasaran.
Hingga kini, tim gabungan masih terus bekerja melakukan pemadaman, pemantauan, serta koordinasi lintas instansi sembari menunggu kondisi awan yang mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.








