Debit Air Bengawan Solo Naik Akibat Hujan Deras dan Kiriman Air, BPBD: Masyarakat Harus Waspada 

oleh
Debit Air Bengawan solo
Ilustrasi naiknya debit air Bengawan Solo || TNI 074/ Warastratama Susur Sungai | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo melaporkan bahwa debit air Bengawan Solo naik pada level kuning. Hal tersebut lantaran curah hujan yang terus terjadi di wilayah Karisidenan Surakarta terkhusus dari wilayah Solo, Sukoharjo dan Wonogiri.

Selain itu naiknya debit air Bengawan Solo juga disebabkan dari pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang dibuka pada Selasa (14/2/2023) kemarin. Lantaran hal tersebut BPBD penyiagakan personil pada tempat rawan luapan.

Meski hingga saat ini (15/2/2023) belum ada laporan luapan air sungai Bengawan Solo memasuki pemukiman warga.

Kepala BPBD Kota Solo Nico Agus Putranto menjelaskan setelah pembukaan pintu air WMG pihaknya langsung memantau ketinggian air melalui pos pantau Jurug.

“Pemberitahuannya sudah kemarin malam ini pastinya air sudah sampai di Solo, meski kondisinya tidak hujan namun debit air bengawan solo naik terus. Tetapi hingga saat ini kondisinya masih siaga kuning, semoga tida sampai merah,” papar Nico ketika MettaNEWS hubungi Rabu (15/2/2023)

Meski begitu, lanjut Nico, personil BPBD tetap siaga sebagai persiapan dan antisipasi apabila ada luapan air sewaktu-waktu. Baik di pos pusat maupun titik rawan.

“Kita melaksanakan patroli, temen-temen kita sudah bersiaga di titik-titik rawan bencana, melakukan pantauan, dan memberikan informasi kepada masyarakat untuk waspada,” ujarnya.

Debit Air Bengawan Solo, Titik-titik Rawan Genangan dan Banjir

Soal titik rawan, lanjut Nico, antara lain ada dikawasan Demangan, Joyosuran, serta kawasan Jebres.

“Titik itu yang rawan terjadi banjir, dan juga langsung bersinggungan dengan bengawan Solo, intinya pemantauan kita di tempat yang dekat dengan bengawan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan DPUPR terkait pengerukan dasar sungai.

“Untuk sungai ini yang berada di dalam kota atau jalur yang akan menuju Bengawan Solo. Wewenang pengerukan di dpupr jadi kami selalu memantau terus agar sungai bisa lebih lancar,” jelas Nico.

Untuk itu, BPBD berpesan agar masyarakat harus terus waspada. Terlebih yang bersinggungan dengan bengawan Solo. “Karena kita tidak tahu, sewaktu-waktu debit air bisa tinggi kapanpun. Apalagi intensitas hujan masih tinggi,” tukasnya.