Unisri Latih 177 Dosen Ajukan Jabatan Fungsional, Perkuat Integritas Akademik dan Daya Saing Kampus

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) yang diikuti 177 dosen dari berbagai jenjang akademik.

Peserta kegiatan terdiri atas dosen dengan jabatan Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar. Program ini dinilai penting mengingat perguruan tinggi saat ini dituntut mempercepat peningkatan kualifikasi dosen sekaligus memperkuat tata kelola integritas akademik di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menghadirkan tiga materi utama yang berkaitan langsung dengan proses kenaikan jabatan fungsional dosen.

Materi pertama adalah sosialisasi tentang Komisi Integritas Akademik (KIA) Unisri yang disampaikan langsung oleh dirinya. Materi kedua berupa pelatihan pengisian data pada sistem SIJAGO dan SISTER oleh Vanessa Deanira, S.H., sedangkan materi ketiga mengenai pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang dibawakan Dr. Ir. Sumarmi, M.P.

Menurut Prof. Nanik, keberadaan KIA menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas akademik di lingkungan kampus. Komisi tersebut dibentuk untuk memastikan dosen dan mahasiswa menjalankan prinsip integritas dalam menghasilkan karya ilmiah.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini dosen akan menjadi lebih siap dan menyiapkan strategi pencapaian jabatan fungsional yang lebih tinggi. Secara keseluruhan memberi kepastian kepada dosen tentang proses, ketentuan, aturan main, dan persyaratan yang diperlukan untuk kenaikan pangkat,” ujarnya.

Ke depan, KIA akan berperan dalam penyusunan regulasi akademik, standar operasional prosedur (SOP), pendampingan, hingga upaya pencegahan terhadap pelanggaran integritas akademik. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas jabatan fungsional dosen sekaligus memperkuat daya saing institusi.

Selain mendapatkan materi pelatihan, para peserta juga memperoleh pendampingan langsung dari Bagian Kepegawaian Unisri dalam proses pengisian data pada aplikasi SIJAGO dan SISTER agar seluruh rekam jejak kinerja akademik terdokumentasi secara baik dan sesuai ketentuan.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur kampus untuk mendukung percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen.

“Mohon kerja sama ini semua demi lembaga. Universitas punya kebijakan bahwa dosen tiga tahun jabatan fungsional sudah harus naik. Nanti akan ada kebijakan di mana semua akan mengikuti proses,” tegasnya.

Prof. Sutoyo menjelaskan bahwa Unisri telah menyiapkan sistem pendukung yang melibatkan berbagai pihak dalam proses pengajuan JAFA, mulai dari senat fakultas, bagian kepegawaian, hingga Komisi Integritas Akademik.

“Dalam proses naik JAFA akan melalui senat fakultas, baik ke Asisten Ahli, ke Lektor, ke Lektor Kepala, maka fakultas sudah paham. Yang kedua kepegawaian lembaga yang akan membantu dalam proses kenaikan pangkat. Yang ketiga KIA yang akan menyeleksi terkait karya ilmiah sesuai peran dan fungsi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sistem digital seperti SIJAGO dan SISTER untuk mempermudah proses administrasi dan pelaporan kinerja dosen. Menurutnya, pengajuan jabatan fungsional tidak hanya bertumpu pada aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga mencakup penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi kaitannya bagaimana mengajukan JAFA dan materi apa yang disiapkan. Saya meyakini kalau sudah disiapkan tentunya akan jadi kebiasaan yang baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Unisri Surakarta berharap semakin banyak dosen yang mampu meningkatkan jabatan fungsionalnya secara tepat waktu dan sesuai ketentuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperkuat budaya akademik yang berintegritas, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional.