Menuju UNISRI Unggul, 157 Dosen Ikuti REFANAS untuk Tingkatkan Daya Saing Riset

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mendorong peningkatan kualitas dan daya saing penelitian dosen melalui kegiatan Refleksi Awal Nasional (REFANAS) 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat strategi penyusunan proposal penelitian yang kompetitif untuk membuka peluang memperoleh pendanaan riset nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISRI tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung B UNISRI, Jumat (17/10/2026). Acara ini diikuti sekitar 157 dosen peneliti dari berbagai fakultas di lingkungan UNISRI.

REFANAS mengusung tema “Akselerasi Pendanaan Riset Nasional: Strategi Jitu Menyusun Proposal Kompetitif (DPPM/BRIN) Menuju UNISRI Unggul”.

Ketua Pelaksana REFANAS, Josef, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap forum ini mampu meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian sekaligus mendorong lahirnya peneliti yang kompetitif.

“Harapan kita dalam acara REFANAS ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. REFANAS kali ini mengambil tema ‘Akselerasi Pendanaan Riset Nasional Strategi Jitu Menyusun Proposal Kompetitif (DPPM/BRIN) Menuju UNISRI Unggul’,” ujar Josef.

Ia menambahkan, keterlibatan sekitar 157 peserta menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas penelitian di lingkungan kampus.

“Harapan kita adalah dengan pelaksanaan REFANAS ini kita akan menciptakan peneliti-peneliti yang kompetitif dan unggul seperti UNISRI menuju unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kualitas penelitian harus didukung budaya riset yang baik dan berkelanjutan. Menurutnya, penelitian perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Budaya yang baik ini terus dilakukan dalam rangka upaya meningkatkan kualitas hasil penelitian. Harapannya hasil penelitian itu berdampak pada diri sendiri, berdampak bagi perguruan tinggi, berdampak bagi masyarakat luas,” ungkap Sutoyo.

Evaluasi Penelitian dan Peningkatan Insentif

Sutoyo menjelaskan, UNISRI terus mengevaluasi proses penelitian secara ketat, mulai dari seminar proposal hingga seminar hasil. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan para peneliti menjalankan tahapan penelitian sesuai ketentuan universitas.

Ia menegaskan, penertiban terhadap pelaksanaan penelitian bukan bertujuan memberikan sanksi semata, melainkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas hasil penelitian.

“Mulai tahun kemarin dari tahun ke tahun kita sudah melaksanakan penertiban bagi para peneliti yang tidak on track. Tindakan ini bukan tindakan yang kejam, akan tetapi semua itu dalam rangka perbaikan bagi kita semua,” tegasnya.

Selain memperkuat evaluasi, universitas juga berkomitmen mendorong produktivitas dosen dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Sutoyo menyampaikan bahwa UNISRI berupaya meningkatkan dukungan bagi dosen yang berhasil menerbitkan artikel pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional maupun internasional. Salah satu langkah yang diusulkan adalah peningkatan stimulus atau insentif publikasi pada tahun mendatang.

“Universitas memiliki komitmen kuat untuk mendorong para dosen untuk bisa produktif penelitian, pengabdian, menulis jurnal. Bahkan tahun depan kita upayakan penghargaan terhadap kompensasi para dosen yang artikelnya dipublikasikan di jurnal-jurnal baik jurnal terakreditasi nasional maupun internasional kita tingkatkan stimulus,” ungkapnya.

Ia juga mengusulkan peningkatan alokasi dana penelitian agar dosen memiliki dukungan yang lebih memadai dalam mengembangkan riset berkualitas.

Menurutnya, penguatan pendanaan internal perlu diiringi dengan upaya memperoleh hibah dari pihak eksternal, termasuk melalui skema pendanaan riset nasional.

Melalui REFANAS 2026, LPPM UNISRI berharap para dosen semakin siap menyusun proposal yang sesuai dengan standar dan prioritas pendanaan DPPM maupun BRIN. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi universitas dalam membangun ekosistem riset yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dengan penguatan budaya penelitian, peningkatan kualitas publikasi, serta perluasan akses pendanaan, UNISRI menargetkan hasil riset yang tidak hanya meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan di masyarakat.