UTP Surakarta Gandeng Balai Pelestarian Kebudayaan Jateng, Perkuat Riset dan Pelestarian Warisan Budaya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga warisan budaya.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) di Ruang Sidang Kampus 1 UTP Surakarta, Senin (19/10/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari, S.S., M.A.

Kerja sama kemudian diperkuat melalui penandatanganan MoA oleh Dekan Fakultas Teknik UTP Surakarta, Teguh Yuono, S.T., M.T., serta IA oleh Ketua Program Studi Arsitektur UTP Surakarta, Wahyu Prabowo, S.T., M.Sc.

Keterlibatan Fakultas Teknik dan Program Studi Arsitektur diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih spesifik, terutama dalam pengembangan kajian arsitektur, penelitian warisan budaya, serta penerapan keilmuan untuk mendukung upaya pelestarian.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari, mengatakan pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dinilai penting untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pelestarian di lapangan.

“Pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Melalui kerja sama dengan UTP Surakarta, kami berharap dapat mengembangkan kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan upaya pelestarian kebudayaan di lapangan,” ungkap Riris.

Ia berharap pelestarian kebudayaan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga terkait, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya.

Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Winarti, menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas kontribusi keilmuan sekaligus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“UTP Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tutur Winarti.

Ia menjelaskan, kemitraan tersebut membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kajian yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan.

Winarti berharap kerja sama yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti melalui program-program nyata dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.

Gandeng Dunia Usaha

Selain dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, UTP Surakarta juga menjalin kerja sama dengan PT Bima Bangun Sentosa dan PT Qurma Grha Mulia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Kedua perusahaan tersebut merupakan mitra Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah yang turut membuka peluang kolaborasi dengan UTP Surakarta dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Keterlibatan kedua perusahaan diharapkan memperluas sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelestarian kebudayaan, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan yang mendukung proses pembelajaran sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui kerja sama dengan tiga mitra tersebut, UTP Surakarta berupaya memperkuat peran dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen UTP Surakarta sebagai kampus Juara dan berdampak, yakni membangun kemitraan produktif, memperluas kontribusi akademik, serta mendukung pelestarian kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat,” pungkas Rektor.