SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Upacara Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (25/9/2026).
Sebanyak 2.259 wisudawan mengikuti prosesi wisuda periode ini. Mereka terdiri atas 2.132 lulusan Program Sarjana (S1), 113 lulusan Program Magister (S2), dan 14 lulusan Program Doktor (S3).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 729 wisudawan meraih predikat cumlaude, sementara 452 lulusan menyelesaikan studi melalui jalur Outcome-Based Education (OBE).
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa wisuda bukan menjadi akhir perjalanan akademik. Sebaliknya, wisuda merupakan awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan nyata dan mengambil peran di tengah masyarakat.
“Hari ini kita menerima gelar, besok kita membuktikan nilai. Dan sepanjang hidup kita, kita senantiasa memberikan kemanfaatan,” tegas Harun.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh lulusan tidak semestinya hanya menjadi tambahan pada nama. Gelar tersebut harus diikuti dengan bertambahnya peran dan tanggung jawab di masyarakat maupun lingkungan profesi masing-masing.
Rektor pun mengajak para lulusan membawa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS untuk diwujudkan dalam karya nyata yang memberikan manfaat. Pesan tersebut dirangkum melalui tiga kata, yakni Ilmu, Amal, dan Manfaat (IMAM).
“Bawa ilmu dari UMS, wujudkan dalam karya nyata, dan pastikan karya saudara memberi manfaat,” ujarnya.
Harun juga mengingatkan bahwa dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi membutuhkan manusia yang memiliki ilmu sekaligus integritas. Lulusan UMS diharapkan mampu hadir sebagai pribadi yang keberadaannya memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Ia menyebut lulusan UMS dapat berkontribusi melalui berbagai profesi, mulai dari guru, dokter, insinyur, pengusaha, birokrat, peneliti, advokat, hingga profesi lainnya.
“Jadilah manusia yang kehadirannya mampu membuat kehidupan bermasyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermartabat,” pesannya.
Laporan akademik Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa dari 2.259 wisudawan, sebanyak 2.052 orang atau 90,88 persen berasal dari wilayah Jawa, sedangkan 207 orang atau 9,17 persen berasal dari luar Jawa.
Sementara itu, 1.582 wisudawan atau 70,03 persen berasal dari Jawa Tengah dan 677 orang atau 29,97 persen berasal dari luar Jawa Tengah. Dengan tambahan 2.259 lulusan pada periode ini, jumlah lulusan UMS selama 67 tahun mencapai 184.020 orang, mencakup lulusan D-III, sarjana, profesi, magister, dan doktor.
UMS Catat Sejumlah Capaian
Dalam sambutannya, Rektor UMS juga menyampaikan sejumlah perkembangan kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini UMS memiliki 86 program studi yang terdiri atas program doktor, magister, profesi, dan sarjana.
Dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, UMS tercatat berada pada rentang peringkat 1.201 dunia. Sementara dalam THE Impact Rankings 2026, UMS berada pada kelompok 401 dunia dari 1.603 institusi perguruan tinggi.
UMS juga mencatat peningkatan dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2026, dari peringkat 74 menjadi peringkat 48 nasional.
Di bidang penelitian, Harun menyampaikan bahwa UMS menjadi pelopor berdirinya program riset Rispro LPDP PTMA Berkemajuan sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak hanya perlu dilihat dari sisi angka, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan hingga alumni.
“Saya dorong Anda lari jauh berjamaah, bukan lari cepat sendirian,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Harun kembali mengajak para lulusan menjaga nama baik almamater, terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia, termasuk perkembangan kecerdasan buatan yang terus memengaruhi cara manusia bekerja.
“Hari ini kita menerima gelar, besok kita membuktikan nilai. Dan sepanjang hidup kita, kita senantiasa memberikan kemanfaatan,” tegasnya.
Wisuda Digelar Dua Hari
Ketua Panitia Wisuda UMS sekaligus Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS, Dr. Triyono, M.Si., mengatakan pelaksanaan wisuda periode pertama Tahun Akademik 2026/2027 digelar selama dua hari karena jumlah wisudawan cukup banyak.
“Alhamdulillah pada pagi hari ini Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan wisuda untuk periode satu tahun akademik 2026-2027. Wisuda periode satu ini akan diselenggarakan dua hari mengingat jumlah wisudawannya yang cukup banyak, yaitu sebesar 2.259 wisudawan, baik dari program sarjana, program magister maupun program doktor,” kata Triyono.
Dengan tambahan 2.259 lulusan pada periode ini, jumlah alumni UMS selama 67 tahun mencapai 184.020 orang, yang mencakup lulusan D-III, sarjana, profesi, magister, dan doktor.
Triyono berharap para alumni UMS yang tersebar di berbagai daerah, termasuk yang berkiprah di luar negeri, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan mereka yang tersebar di seluruh Indonesia, mungkin ada yang di luar negeri juga, itu bisa bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menyebut sebanyak 729 wisudawan pada periode ini meraih predikat cumlaude atau hampir 38 persen dari total wisudawan.
“Pada periode wisuda ini ada 729 wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude atau kurang lebih hampir 38 persen yang cumlaude dari berbagai program studi,” katanya.
Selain itu, terdapat empat mahasiswa dari luar negeri yang turut mengikuti wisuda. Mereka berasal dari Yaman, Madagaskar, Pakistan, dan Uganda.
Para mahasiswa internasional tersebut berasal dari sejumlah program studi, di antaranya Magister Manajemen, Magister Psikologi, Farmasi, dan Kesehatan.
Triyono mengatakan lulusan program magister tersebut mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan masa studi sekitar tiga semester atau sekitar 1,8 tahun. Sementara untuk program sarjana, para lulusan rata-rata merupakan mahasiswa angkatan 2022 dan menyelesaikan studi tepat waktu.
“Untuk yang program magister dengan masa studi tiga semester, dua bulan, 1,8 tahun. Kemudian yang sarjana ini tepat waktu semuanya, ini rata-rata angkatan tahun 2022,” jelasnya.
Triyono berpesan agar para lulusan tidak hanya membawa gelar setelah meninggalkan kampus, tetapi juga mengabdikan diri kepada masyarakat dan tetap menjaga hubungan dengan almamater.
“Harapan kami mudah-mudahan para wisudawan dan wisudawati itu juga bisa mengabdikan dirinya ke masyarakat dan jangan lupa untuk kembali ke almamaternya,” tuturnya.
Lulusan Terbaik Ajak Wisudawan Berkontribusi
Pesan wisudawan disampaikan Arief Surya Adi, lulusan S1 Akuntansi dengan IPK 3,97 sekaligus lulusan terbaik di tingkat fakultas.
Arief mengajak para wisudawan memandang momentum wisuda bukan sebagai titik akhir, melainkan awal untuk mengambil peran yang lebih luas di tengah masyarakat.
Menurutnya, perjalanan selama menjadi mahasiswa tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab, kemampuan bekerja bersama, serta ketangguhan dalam menghadapi kegagalan dan berbagai tantangan.
Ia mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ilmu tersebut harus diwujudkan dalam kontribusi nyata kepada masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Arief sendiri memiliki sejumlah prestasi di tingkat internasional. Di antaranya meraih medali perak pada World Young Inventors Exhibition 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia; medali perak pada Japan Design Idea Invention Expo 2024 di Tokyo, Jepang; medali perak pada International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition 2025 di Bangkok, Thailand.
Ia kemudian meraih medali emas pada ajang yang sama pada 2026 di Bangkok, Thailand, serta medali perak pada World Young Inventors Exhibition 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Momentum wisuda tersebut sekaligus menandai bertambahnya ribuan alumni UMS yang diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, serta semangat berkarya untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat.








