UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Perkuat Program Pendamping Mahasiswa Internasional

oleh
oleh
Foto bersama saat UMS benchmarking di UII.

SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi mahasiswa internasional melalui pengembangan International Student Buddy Program. Upaya tersebut dilakukan dengan mempelajari praktik baik pengelolaan program pendamping mahasiswa internasional di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan benchmarking yang diinisiasi Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS itu dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026). Kunjungan dipimpin Kepala Subdirektorat Hospitality DRKUI UMS, Ir. Wijianto, M.Eng.Sc., bersama staf DRKUI dan 15 mahasiswa Buddy UMS.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi UMS berdiskusi dengan pengelola serta mahasiswa Buddy dari kedua perguruan tinggi untuk bertukar pengalaman dan mempelajari praktik pengelolaan pendampingan mahasiswa internasional.

Pengembangan program mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari tata kelola, sistem pendampingan, peningkatan kapasitas mahasiswa Buddy, hingga penguatan kolaborasi antara DRKUI dan organisasi kemahasiswaan.

Kepala Subdirektorat Hospitality DRKUI UMS, Wijianto, mengatakan program Buddy memiliki peran strategis dalam mendukung internasionalisasi kampus. Mahasiswa Buddy tidak hanya membantu mahasiswa internasional beradaptasi, tetapi juga menjadi representasi keramahan dan kualitas layanan UMS.

Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa internasional sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah terhadap keberagaman budaya.

“Kami berharap praktik baik yang diperoleh ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program Buddy UMS agar semakin terstruktur, profesional, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas pendampingan mahasiswa internasional dapat terus ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman lintas budaya yang bermakna bagi mahasiswa lokal,” ungkap Wijianto saat ditemui Selasa (3/11/2026).

Pada aspek tata kelola, UMS mempelajari mekanisme pembagian peran dan tanggung jawab, termasuk koordinasi antara pengelola International Office dan mahasiswa pendamping. Sistem yang terstruktur diperlukan agar pelaksanaan program lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa internasional.

Penguatan sistem pendampingan juga menjadi perhatian. Mahasiswa internasional diharapkan memperoleh dukungan selama menjalani kehidupan akademik maupun sosial di lingkungan kampus. Pendampingan tidak sebatas mengenalkan lingkungan universitas, tetapi juga membantu proses adaptasi terhadap budaya, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Buddy

Selain tata kelola dan pendampingan, UMS juga menaruh perhatian pada pengembangan kapasitas mahasiswa Buddy. Para pendamping perlu dibekali kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman terhadap keberagaman, serta keterampilan pelayanan bagi mahasiswa dari berbagai negara.

Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Buddy untuk menjalankan peran sebagai penghubung antara mahasiswa internasional dan lingkungan kampus.

Kolaborasi antara International Office dan organisasi kemahasiswaan turut menjadi fokus pengembangan. Sinergi ini dinilai dapat memperluas keterlibatan mahasiswa dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

Melalui organisasi kemahasiswaan, program Buddy juga berpeluang menghadirkan kegiatan interaksi lintas budaya yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Dengan penguatan berbagai aspek tersebut, program Buddy diharapkan tidak hanya menjadi layanan pendampingan, tetapi juga wadah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam lingkungan internasional. Mahasiswa pendamping berkesempatan meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas wawasan global, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Melalui pengembangan International Student Buddy Program, UMS berupaya memperkuat ekosistem internasionalisasi kampus dengan melibatkan mahasiswa secara aktif. Program ini diharapkan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang inklusif, meningkatkan kualitas layanan internasional, serta memperkuat daya saing UMS di tingkat global.