SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengumumkan tiga kandidat terpilih dari 495 peserta yang mengikuti lomba Desain Ulang Logo Solo The Spirit of Java, Hari Jadi ke-278 Kota Solo.
Pengumuman tiga logo tersebut telah diunggah di akun Instagram @pemkot_solo, @gibran_rakabuming dan akun Twitter @gibran_tweet pada hari ini, Kamis (1/12/2022). Hanya ada satu logo yang akan dipilihnya. Namun sebelum itu, ketiga logo tersebut akan melewati uji publik.
“Logo ne apik nanti akan kita upload 3 logo terbaik dan 3 maskot terbaik, netizen dan masyarakat lainnya silakan memberikan masukan. Aku wes milih, tapi nanti kita lempar ke warga saja biar memberikan masukan, tapi bukan poling,” katanya saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (1/12/2022).
Selama uji publik tersebut masyarakat dapat memberi masukan ke akun sosial medianya maupun Pemkot Solo terkait logo terbaik yang akan dijadikan logo Solo The Spirit of Java.
Lomba ini dibuka sejak 28 November dan akan berakhir pada 11 Desember 2022, dengan total hadiah Rp 20 juta.
Satu logo yang terpilih nantinya berhak mendapat hadiah berupa uang tunai Rp 15 juta dan thropy keris serta piagam penghargaan.
Sedang dua kandidat lainnya akan mendapat uang pembinaan Rp 2.500.000 dan piagam penghargaan untuk masing-masih peserta.
Pembaharuan logo Spirit of Java ini bertujuan untuk menyegarkan branding Kota Solo agar lebih fresh. Layaknya maskot Jepang bernama Kumamon, Gibran menyebut logo Spirit of Java bebas copyright alias bisa dicantumkan di mana saja.
“Iya logo Spirit of Java ini bisa dipasang di mana saja, di kop surat di id card, di semua jenis merchendaise, kita ngikut yang namanya Kumamon ya kumamon itu maskot logo yang copyrightnya free,” ujarnya.
“Bisa di pakai di bungkus di mana saja, misalnya di bungkus keripik UMKM di tempel di mana-mana misale pengin branding mobil e nganggo logo sing baru silakan bebas ditaruh dimana-mana,” tambahnya.
Selain logo Spirit of Java, Gibran juga mengadakan lomba desain maskot Rajamala. Gibran ingin Kota Solo identik dengan tokoh wayang Rajamala yang khas.
“Biar konsisten tapi nanti rodok bedo sitik. Mau mengidentik kan Solo dengan Rajamala. Biar konsisten kan ASEAN Para Games, Rock in Solo juga pakai Rajamala ikonnya, missal e sudah ada titik jenuh atau apa bisa refresh lagi nggak apa-apa,” jelasnya.
Tiga kandidat logo Spirit of Java ini terdiri dari dua orang luar daerah dan satu orang Solo. Mendengar hal ini Gibran pun mengutarakan sedikit kekesalannya. Sebab ia sempat menaruh harap agar warga Solo dapat berperan aktif dalam pembuatan logo kotanya sendiri.
“Lha kui lho ngayelke wes dikei hadiah wes dikei kesempatan untuk mendesain yowes rapopo lah Solo Spirit of Java kan ya Soloraya,” ujarnya.








