Pernikahan Kaesang-Erina Jadi Hajat Pertama Orang di Luar Mangkunegaran

oleh
Kaesang
Kaesang dan Erina usai ziarah makam ke Astana Oetara, Selasa (29/11/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Sejumlah kalangan pegiat budaya di Kota Solo menilai pernikahan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo jadi pernikahan  orang di luar kalangan Mangkunegaran pertama dalam sejarah.

Sebagai informasi pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan digelar di Pura Mangkunegaran pada Minggu 11 Desember 2022. Dalam acara ini, keluarga Presiden Jokowi mengemasnya dengan pesta rakyat.

“Ini betul betul sebuah istana. Dan ini baru pertama kali orang awam bisa memberlangsungkan acara nikahnya di Mangkunegaran,” kata salah satu pegiat budaya Solo, Raden Surojo, Rabu (30/11/2022).

Pihaknya menilai pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran menunjukkan bahwa Mangkunegaran terbuka untuk masyarakat. Pada akhirnya pernikahan ini pun  akan jadi sebuah fenomena.

“Seharusnya yang bisa menggelar pernikahan di Pura Mangkunegaran maupun Karaton Surakarta itu anak cucu raja dan adipati. Sedangkan keluarga presiden tergolong masyarakat umum bukan trah kerjaan. Namun lantaran Kaesang meruapakan anak seorang pemimpin negara atau setingkat dengan raja sehingga diperbolehkan menikah di Pura Mangkunegaran,” jelas Suroyo.

Sebagai konsekuensi, masyarakat pun akhirnya akan mengikuti jejak Kaesang dan Erina untuk menggelar pernikahan di Pura ‘angkunegaran.

“Harusnya diperbolehkan termasuk konglomerat manapun juga bisa melangsungkan pernikahan di Pura Mangkunegaran,” terang pegiat Mangkunegaran itu.

Selain itu, Suroyo juga mengulik tentang pelaksanaan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Berdasar pertanggalan Jawa, pernikahan ini dilakukan di musim Jawa Jumadil Awal 1956 Ehe. Di mana bulan ini merupakan bulan yang banyak dipilih sebab adanya kepercayaan bulan baik.

“Selama pernikahan Jawa, tradisinya tidak menggunakan hitungan Masehi. Ada beberapa bulan Jawa dianggap baik pernikahan bulan besar Dzulhijah atau musim Haji, Jumadil Awal,” ujarnya.

Ijab qobul Kaesang dan Eeina berlangsung tanggal 10 Desember dalam pertanggalan Jawa hari tersebut jatuh di tanggal 16 Jumadil Awal 1956 Ehe. Sedang ngunduh mantu tanggal 11 Desember memasuki hitungan Jawa 17 Jumadil Awal.

“Tanggal 10 Desember atau 16 Jumadil Awal ini punya nama yakni sinung loro ing bebalung. Artinya, akan ada gangguan atau sakit pada tulang. Tanggal Jawa ini biasanya oleh orang Jawa dihindari untuk acara resepsi,” kata Surojo.

“Kalau menurut saya, untuk ijab qobul tidak masalah. Selanjutnya, resepsi bisa dilaksanakan di hari selanjutnya atau tanggal 17 Jumadil Awal atau 11 Desember, ” tandasnya.

Berbeda dengan tanggal 10 Desember, Suroyo menyebut pada tanggal 11 Desember atau 17 Jumadil Awal tidak ada pantangan yang menyertai.

“Tanggal ijab qobul maupun resepsi itu ada beberapa faktor hitungan Jawanya. Bisa saja, jatuhnya acara tanggal 10 dan 11 Desember karena momentum hari Sabtu Minggu. Dengan begitu, keluarga, pejabat hingga teman bisa hadir ketika hari libur dan  tidak terkendala bekerja,” ujarnya.

Secara keseluruhan Suroyo menilai semua hitungan hari di pernikahan putra terakhir Presiden Jokowi tersebut dipilih supaya keduanya sejahtera, berbahagia, rejeki, dan memiliki wibawa.