SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menaruh perhatian serius terhadap pelayanan di Puskesmas Sangkrah setelah menerima berbagai aduan dari masyarakat.
Dalam kunjungannya, Respati menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem antrean hingga sikap tenaga kesehatan.
Menurut Respati, masyarakat yang datang ke puskesmas pada dasarnya dalam kondisi sakit sehingga pelayanan yang ramah sangat penting.
“Dari depan pelayanannya itu harus prima. Jangan sampai ada antrean yang terlewat. Ini yang kita koreksi di sini dan segera tindak lanjuti dengan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, skor ulasan Puskesmas Sangkrah di Google Review hanya 3,5. Hal ini menjadi indikator adanya masalah dalam pelayanan yang perlu segera diperbaiki. Selain itu, waktu layanan yang hanya sampai pukul 12.00 juga dikeluhkan pasien.
“Ada yang ambil antrean dari subuh, tapi jam 12 sudah tutup. Kasihan masyarakat. Maka jam layanan akan kita tambah untuk puskesmas dengan beban tinggi,” ujarnya.
Respati menyebut empat puskesmas di Solo yang menjadi perhatian khusus karena padat pasien, yaitu Sangkrah, Sibela, Gambirsari, dan Pajang.
“Nanti kita klasterisasi. Untuk puskesmas padat, jam operasional saya tambahi sampai sore, dan bila perlu ditambah personel,” katanya.
Selain soal teknis, Respati menekankan pentingnya pembinaan sikap tenaga kesehatan. Menurutnya, pelayanan tanpa senyum, salam, dan sapa justru membuat pasien merasa terbebani.
“Kalau kepala puskesmas sudah baik tapi bawahnya belum, sama saja. Ini akan kita review dari kinerja. Sanksinya bisa dari kepuasan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sangkrah, Nurul Hidayah, menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan evaluasi bulanan, baik dari kotak saran, Google Review, maupun hasil rapat internal.
“Kami susun rencana tindak lanjut setiap bulan. Masalah utama adalah banyaknya pasien dibanding tenaga yang tersedia,” ungkapnya.
Menurut Nurul, Puskesmas Sangkrah melayani 300–400 pasien per hari, dengan 71 pegawai termasuk petugas non-medis.
“Dokter hanya lima, dokter gigi tiga, perawat 10, bidan 12. Selain pelayanan di gedung, kami juga ada tugas luar seperti posyandu dan cek kesehatan gratis di sekolah,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Surakarta, Muhammad Bilal, menambahkan bahwa banyak masyarakat mengeluhkan antrean panjang dan minimnya penerapan 3S (senyum, salam, sapa).
“Pasien datang untuk mencari solusi, tapi justru stress karena antrean habis sejak subuh. Ada yang akhirnya lebih memilih beli obat di toko ketimbang menunggu,” kritik Bilal.
Dengan evaluasi ini, Pemkot Solo berharap pelayanan puskesmas, khususnya Sangkrah, dapat lebih optimal dan benar-benar menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat.








