Tanamkan Toleransi dan Anti Radikalisme Pada Generasi Milenial, Solo Bersimfoni Raih Penghargaan dari Presiden Jokowi

oleh
oleh
Ketua Solo Bersimfoni, Farid Sunarto memberikan keterangan pers, Senin (19/12/2022) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Organisasi Solo Bersimfoni mendapat penghargaan Anugerah Revolusi Mental (ARM) dari Presiden Joko Widodo.

Penganugerahan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI akan diadakan pada Rabu malam (21/12/2022) bertempat di Hotel Borobudur Jakarta.

Ketua Solo Bersimfoni Farid Sunarto didampingi pengurus menjelaskan Anugerah Revolusi Mental 2022 merupakan konfirmasi terhadap usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh Lembaga Pemerintah, Swasta dan Masyarakat atau gerakan komunitas yang melakukan perubahan secara nyata, terukur, inspiratif dan berkelanjutan.

“Anugerah Revolusi Mental 2022 diberikan kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan telah menjadi pelopor perubahan untuk berbagai simpul dan ranah perubahan yang telah dan sedang berlangsung dalam masyarakat,” ujar Farid di kantor Solo Bersimfoni, Senin (19/12/2022).

Farid mencontohkan mulai dari melayani secara prima, sistem pendidikan yang mencetak sumber daya unggul dan berkarakter, sistem ekonomi berkeadilan, serta berbagai inisiatif yang melibatkan para pemangku kepentingan secara bergotong royong untuk mewujudkan perilaku kolektif yang berintegritas dan beretos kerja.

Farid menyebut pemberian Anugerah Revolusi Mental 2022 kepada Perkumpulan Solo Bersimfoni dari Kriteria Nominasi Lembaga yang berbadan hukum di Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai unsur antara lain Solo Bersimfoni merupakan Non Government Organization (NGO) yang melakukan tindakan yang bersifat fundamental, yaitu upaya Pencegahan radikalisasi yang meliputi membangun kesiapsiagaan, melakukan kontra radikalisasi dan deradikalisasi di kalangan pelajar / remaja.

“Solo Bersimfoni memberikan perubahan dan dampak positif (impactfull) terhadap masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam membangun toleransi dan perdamaian untuk mencegah tindakan kekerasan yang mengarah pada terorisme berbasis kekerasan,” terangnya.

Tidak hanya hal tersebut, Farid mengungkapkan Solo Bersimfoni menghadirkan ruang-ruang keadilan sosial bagi remaja/pelajar generasi Z dalam bentuk ruang kanal digital, membangun kecakapan digital dan menyediakan ruang komunal Solo Bersimfoni.

Inisiatif Solo Bersimfoni yang bersifat fundamental juga mendukung perolehan anugerah ini.

“Solo Bersimfoni bekerjasama dengan UNS melakukan riset untuk menemukan nilai budaya lokal “hasthalaku” (delapan perilaku) yang terdiri dari: gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, andhap ashor dan tepa selira. Hasthalaku telah dimasukkan sebagai menjadi nilai luhur budaya daerah dan tertuang dalam Perwali Kota Surakarta No. 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda.

“Solo Bersimfoni menginisiasi Model Sekolah Adipangastuti yang merupakan sebuah program selama 6 (enam) bulan yang dimasukkan ke sekolah formal. Tujuan implementasi model Sekolah Adipangastuti adalah untuk membuat program pencegahan intoleransi dan kekerasan di sekolah dengan pendekatan milenial dan digital,” kata Farid.

Saat ini lanjutnya, Solo Bersimfoni telah menjalin kerjasama dengan 7 (tujuh) sekolah formal SMA yang melaksanakan program Sekolah Adipangastuti, dan pada tahun 2023 akan melaksanakan program Sekolah Adipangastuti di 14 (empat belas) sekolah di provinsi Jawa Tengah.

“Solo Bersimfoni membangun narasi digital dalam bentuk film, podcast, spotify, website, buku dan lain sebagainya dengan tema pembangunan toleransi dan perdamaian untuk menolak intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan keyword google antara lain: solo bersimfoni, sekolah adipangastuti, hasthalaku,” pungkas Farid.