Tak Terburu-buru dalam Kontestasi Politik 2024, Sandiaga Fokuskan Hasil Kerjanya Sebagai Menteri

oleh
Sandiaga
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pesta politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan dimulai per 2023. Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2024 juga telah diumumkan.

Jadwal ini meliputi pendaftaran calon presiden dan wakil presiden yang akan digelar 19 Oktober-25 November 2023.

Dalam rancangan peraturan KPU juga dijadwalkan masa kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 berlangsung 13 November 2023 hingga 10 Februari 2024 atau selama 75 hari.

Sementara, hari pemungutan suara digelar serentak di seluruh tanah air pada 14 Februari 2024. Menyikapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno mengaku bakal mengikutu arahan Presiden Joko Widodo agar tidak terburu-buru.

“Ya kita sesuai dengan arahan Pak presiden, jangan terburu-buru terus ada tugas kementerian dan sekarang menteri-menteri dievaluasi hasil kerjanya menunjukkan hasil yang baik, pertumbuhan ekonomi harus terjaga, lapangan kerja harus tercipta,” ujar Sandiaga usai menghadiri rakornas Genpi di Hotel Novotel Solo, Sabtu, (5/11/2022) siang.

Menurutnya tahun politik yang baru akan ditentukan tahun 2023 itu akan ia manfaatkan untuk mengomptimalkan tanggung jawab Menparekraf yang diemban. Baginya dalam menyikapi pesta demokrasi tersebut semua harus menunjukkan sikap semangat kebersamaan agar tidak terpecah belah.

“Tahun politik itu baru ditentukan nanti Oktober 2023 jadi masih satu tahun waktu untuk menunjukkan hasil kerja dan dari partai politik maupun gabungan partai politik yang akan menentukan pasangan calon tentunya juga akan memilih,” tutur Sandiaga.

Beberapa waktu ini isu Sandiaga yang akan  dipasangkan kembali dengan Prabowo, rekan politiknya dalam Pilpres 2019 itu kembali mencuat ke publik. Terlebih keduanya berada di kubu yang sama, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Terkait hal ini, Sandiaga mengaku pertemuannya dengan Prabowo tengah direncanakan kembali. Meski sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing namun koordinasi antar keduanya rutin terjalin.

“Karena saya kader beliau dan langkah politik saya berkoordinasi dengan Pak Prabowo waktu yang akan saya lakukan semuanya sebagai kader yang loyal tentunya saya akan terus berkoordinasi di belakang,” ucapnya.

Sandiaga menyebut dirinya merupakan kader yang loyal pada setiap keputusan partai. Pun dengan jabatan Prabowo Subiyanto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI dan dirinya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) juga harus tunduk pada aturan Presiden.

“Ketika Pak Presiden memberikan instruksi yang cukup jelas bahwa kita di kementerian harus fokus baik tugasnya yaitu berkenaan dengan mengawal kebangkitan ekonomi maka kita harus jalankan. Sudah tugas saya  untuk semakin menggeliatkan pariwisata dan potensi recovery agar lebih terjaga dan lebih rasional,” terang Sandiaga.

Sandiaga menilai Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra paham betul mengenai kontestasi politik. Untuk itu ia tak akan terburu-buru untuk membicarakan hal ini. Dirinya memilih fokus pada urusan pariwisata dan perekonomian masyarakat yang harus diwaspadai perubahannya.

“Pak Prabowo ini beliau sangat mengerti dan prestasinya di kementerian juga sangat baik. Beliau memberikan masukan saya tentang apa yang harus saya dengar langsung dari masyarakat. Apalagi ekonomi sekarang berada di di situasi yang bagus tapi harus tetap waspada jangan sampai lengah,” terangnya.