Tabrak Lari Flyover Manahan 2019, 4 Tahun Keluarga Tak Kunjung Dapat Keadilan

oleh
Tabrak Lari Flyover Manahan
Jenazah Marten Jelipele sampai di rumah duka Jl. Yudistira 5, Serengan, Solo, Rabu (8/2/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Kasus tabrak lari di flyover Manahan pada 2019 lalu menyisakan kasus yang tak kunjung mendapat titik terang hingga tahun 2023 ini. Selama kurang lebih 4 tahun pihak keluarga almarhum Retno Ning Tri tak kunjung mendapat keadilan dari tragedi tersebut.

Hingga pada Rabu (8/2/2023) Marthen Jelipele (53) suami dari korban yang ngotot mencari keadilan sang istri telah meninggal dunia. Akibat kecelakaan di Jalan Tol KM 319+500 Jalur “B” Desa Cibiyuk, Ampelgading, Pemalang sekitar pukul 01.00 WIB.

Perjuangan keluarga korban kini tinggal berada di kedua anaknya. Yakni Harry Setiawan Jelipele (28) dan adiknya Roy Wira Aryono Jelipele yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

Harry mengungkapkan sampai saat ini kejelasan dari siapa pelaku tabrak lari yang menewaskan ibunya masih belum terungkap.

“Selama ini kami dari keluarga mesti mendapatkan surat perkembangan penyelidikan. Dalam jangka 1 tahun biasanya mendapatkan 2-3 surat namun isinya saya baca tetap masih sama dan belum ada perkembangan,” ungkap Harry di rumah duka (8/2/2023).

Meski begitu pihak keluarga sampai saat ini tetap menginginkan keadilan. Meski ia menyadari susahnya mendapatkan keadilan.

“Ya intinya kami masih menginginkan keadilan. Namun saya pribadi tidak akan terlalu ngotot karena saya percaya penghakiman Tuhan,” jelasnya.

Tabrak Lari Flyover Manahan 2019, Perjuangan Almarhum Marthen Jelipele Cari Keadilan untuk Sang Istri

Lebih lanjut Harry mengungkapkan, perjuangan mencari keadilan dari almarhum ayahnya sebelumnya dapat menembus kancah nasional.

Support dari beberapa pihak juga terus berdatangan untuk mengungkapkan kasus yang merenggut ibunya.

“Dulu sempat naik di TV-TV Nasional, dari pengacara kami juga terus mengusahakan,” ungkapnya.

Namun karena terus molor, kasus tersebut mulai redup dan mematahkan harapan mendapatkan keadilan. Hingga Marthen Jelipele menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ini almarhum Marthen Jelipele telah berada di rumah duka Jl. Yudistira 5, Serengan, Solo. Jenazah sampai di rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB.

Pemakaman rencana akan berlangsung Kamis (9/2/2023) pukul 10.00 WIB di Pemakaman Daksinoloyo Danyung.

Informasi, kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo terekam CCTV Dishub. Rekaman video yang menampilkan detik-detik peristiwa tragis menimpa korban Retno Ning Tri.

Dalam video tersebut terlihat jelas, bahwa korban mengendarai sepeda motor menaiki flyover Manahan dari arah selatan menuju ke barat. Disisi lain, sebuah mobil juga melaju dari arah berlawanan yakni barat menuju ke selatan. Hingga akhirnya, terjadi kecelakaan di atas flyover yang baru saja berfungsi.