SOLO, MettaNEWS — Prosesi wisuda Program Diploma III dan Sarjana Teknik Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Warga Surakarta periode VI digelar khidmat di Hotel Harris Solo, Sabtu (6/12/2025).
Acara turut diiringi doa khusus dari Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, yang menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk langsung terjun ke dunia kerja.
Dalam doanya, Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan harapan besar agar para lulusan STT Warga menjadi generasi berkualitas dan mudah memperoleh pekerjaan.
“Jadikanlah anak-anak kami, wisudawan-wisudawati, anak yang berhasil dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Semoga mereka lulus kuliah cepat mendapatkan pekerjaan dan pendamping hidup yang setia serta anak yang berbakti,” ujarnya.
Ustaz Jatmiko menegaskan bahwa STT Warga Surakarta selama ini memiliki kontribusi besar dalam menyediakan sumber daya manusia (SDM) berkompeten, terlebih dengan letaknya yang strategis di Jalan Raya Solo–Baki KM 2, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo.
Menurutnya, kampus tersebut terus konsisten mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia industri teknik, sejalan dengan visi besar STT Warga untuk menjadi sekolah tinggi unggul di bidang teknologi bertaraf internasional pada tahun 2040.
Dalam sambutan wisuda, pimpinan STT Warga menegaskan bahwa gelaran wisuda bukan hanya seremoni akademik semata, melainkan simbol lahirnya SDM unggul yang siap mengabdi bagi bangsa.
“Wisuda Program DIII dan S1 Keteknikan STT Warga Surakarta yang ke-6 tahun 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan penanda lahirnya generasi baru, manusia cendekia yang siap mengabdikan diri bagi bangsa dan negara,” ujar perwakilan kampus.
Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang para mahasiswa yang akhirnya mampu menuntaskan pendidikannya. Setiap senyum para wisudawan, katanya, adalah hasil dari perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat.
Dalam momen haru, STT Warga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya hingga kelulusan.
“Mereka adalah orangtua yang telah bersusah payah, melahirkan, mempertaruhkan nyawa, merawat, dan mendidik sejak kecil hingga sekarang. Mereka membiayai kebutuhan kami dengan peras keringat dan banting tulang,” ungkap perwakilan wisudawan penuh haru.
Orang tua disebut sebagai “permata dan cahaya di tengah kegelapan”, yang selalu menjadi penyejuk di saat gundah dan penghibur kala duka. Mereka jugalah yang menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan para lulusan.
Prosesi wisuda diakhiri dengan doa yang kembali dipimpin Ustaz Dwi Jatmiko agar para lulusan memperoleh kekuatan dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Ya Tuhan kami, wahai yang Maha Menatap dan Maha Agung, berkahilah pertemuan ini dan masa yang akan datang. Satukan hati kami. Sukses bersama, maju bersama, bersinar bersama,” serunya.
Ia berharap lulusan STT Warga dapat tampil percaya diri, berdaya saing tinggi, serta segera mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi masing-masing.
Dengan upaya berkelanjutan STT Warga dalam meningkatkan kualitas pendidikan teknik, wisuda tahun ini semakin menguatkan posisi kampus tersebut sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terdepan di Soloraya yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja.







