Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Pemkot Solo Gelar Gerakan Pasar Murah di 22 Kelurahan

oleh
Pangan
Gerakan Pasar Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kantor Kecamatan Serengan, Rabu (22/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pasar Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kantor Kecamatan Serengan, Rabu (22/2/2023). Acara ini sekaligus untuk memperingati HUT ke-278 Kota Solo.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan kegiatan Gerakan Pasar Murah ini menyasar masyarakat menengah ke bawah di 22 kelurahan Kota Solo.

“Jadi memang ini khusus barang-barang kebutuhan pokok yang sasarannya adalah masyarakat menengah ke bawah. Kemudian ini ada 8 kelurahan dan nanti 14 kelurahan. Stakeholdernya adalah DKPP, Bulog, Apical, RNI dan Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota Pedaringan,” ujar Teguh kepada MettaNEWS, Rabu (22/2/2023).

Kegiatan ini juga merupakan upaya menurunkan tingkat inflasi Kota Solo yang masih menduduki urutan 10 besar kota dengan inflasi tertinggi Indonesia.

“Solo ini kan dinamis sekali tidak hanya politik tapi juga ekonominya. Artinya kebutuhan-kebutuhan pokok Solo dan sekitarnya masih bersumber dari pasar induk seperti Pasar Legi, Pasar Gede dan sebagainya. Jadi tingkat inflasinya tinggi. Biarpun sudah 6,53 persen tapi kita masih berada dalam rentetan 10 besar Indonesia. Maka dari itu kegiatan ini bisa mengambil bagian menurunkan inflasi.,” terang dia.

Menyikapi melambungnya harga minyak goreng program pemerintah, MinyaKIta di pasaran. Pemerintah Kota Solo berencana untuk menggiatkan Gerakan Pasar Murah khusus minyak goreng satu bulan sekali. Tujuannya agar masyarakat Solo bisa memenuhi kebutuhan pokok minyak goreng tanpa harus ke retail maupun swalayan.

Kestabilan Harga dan Stok Minyak Goreng MinyaKita

“Ini kan produsennya Apical itu yang MinyaKita maka kita menyampaikan coba kalau 1 bulan sekali operasi pasarnya untuk minyak. Kita ingin langsung ke pasar bukan ritel-ritel modern,” katanya.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo juga akan meninjau harga MinyaKita di pasaran. Sebab Pemkot Solo telah menetapkan bahwa harga minyak goreng MinyaKita tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.000/liter.

“Pasar jualnya harus Rp 14.000. Kalau ada penemuan melebihi Rp 14.000 nanti TPID akan meninjau bersama Bi maupun Dinas Perdagangan. Sementara sementara ini kita punya jatah 60.000 kemasan MinyaKita dengan harga Rp14.000,” ujarnya.

Ketua PKK Kota Solo sekaligus istri Wali Kota Solo, Selvi Ananda akan mengusahakan agar harga bahan pokok stabil jelang Ramadan 2023 dengan kegiatan Gerakan Pasar Murah.

“Bagus respon dari masyarakat sangat ramai. Terkait harga-harga sembako yang beberapa waktu terakhir cenderung naik ya nanti bisa sering diadakan jelang Ramadan. Kita usahakan harganya stabil salah satunya dengan cara-cara seperti ini,” kata Selvi.