Pemkot Solo Gelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Banjarsari dan Balai Kota, Ini Tanggalnya!

oleh
Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Banjarsari Solo, Selasa (19/11/2024) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surakarta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari pada Selasa (19/11) di Kecamatan Banjarsari Kota Solo, dan Kamis (21/11) 2024 di Balai Kota Solo.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Solo, Yeti Widayati mengatakan kegiatan ini merupakan kali delapan dari 12 kali penyelenggaraan GPM di anggaran perubahan Kota Solo.

“Dua kali bertempat di Kecamatan Banjarsari, diikuti beberapa stakeholder salah satunya dari Bulog, PTI, RNI, KWT, Pedaringan,” ujarnya.

GPM digelar untuk mempromosikan usaha-usaha dari Kelompok Wanita Tani (KWT) yang merupakan binaan DKPP dengan melibatkan beberapa stakeholder terkait.

“Untuk kegiatan ini ada di anggaran perubahan kalau memang di awal tahun GPM hanya dilakukan dua kali Selasa dan Kamis, dijeda dua hari sekali,” katanya.

Antusias masyarakat di tiap tempat berbeda-berbeda. Hal ini mengakibatkan perbedaan stok bahan pokok seperti telur, beras, minyak goreng, tepung dan lainnya.

Untuk Kecamatan Banjarasri, DKPP menyediakan stok 400-500 kg telur, 1.5 ton beras dan 300 kantong minyak goreng.

Harga MinyaKita dijual seharga Rp 14.500/liter, telur premium omega Rp 22.000/kg, beras Rp 60.000/pack berisi 10 kg.

“Kami memberikan subsidi harga berbeda-beda tergantung komoditasnya. Sudah ada perbedaan harga dari yang ada di pasaran contohnya MinyaKita Rp 15.500 di pasaran,” jelasnya.

“Telur diberi subsidi harga Rp 1.000, di pasaran Rp 24.000 sampai Rp 25.000, yang menjual dari peternaknya. Sehingga harga jualnya masih harga produsen langsung ke sini. Kita subsidi 1.000 kita jual Rp 22.000, telur premium omega,” tambahnya.

Pembelian telur dibatasi sebanyak 2 kg per orang. Sedangkan beras maksimal 2 pack. Begitu juga untuk minyak goreng.

“Kita batasi masing-masing orang. Kita lihat kondisi di lapangan kalau antusiasme masyarakat rendah masyarakat bisa membeli lebih dari 2 kg telur. Beras maksimal 2 pack 10 kg, minyak juga dibatasi biar semua dibatasi,” ujar Yeti.

Salah satu warga Solo, Suparti mengaku senang dengan adanya GPM. Menurutnya harga bahan makananan yang dijual sangat ekonomis ketimbang harga di pasaran.

“Sering beli ke GPM, kemarin juga beli biasanya beli minyak, beras, tepung.  Senang banget ada subsidi apalagi saya cuma tinggal sendirian,” kata Suparti.

Menurut Suparti, selisih harga Rp 2.000 hingga Rp 10.000 sangat berharga bagi masyarakat kelas menengah. Ia berharap Pemerintah Kota Solo merutinkan Gerakan Pangan Murah ini.

“Dibandingkan harga di luar mahal di luar, beras sini 1 pack Rp 63.000 Rp 65.000 kalau di luar Rp 75.000, telur di pasaran Rp 24.500 di sini Rp 22.000.  Harapannya sering-sering diadakan lebih rutin soalnya membantu masyarakat menengah ke bawah, mudah-mudahan ada terus,” ujarnya.