Gerakan Pangan Murah Jateng Tembus 333 Kali, Lampaui Target Triwulan untuk Jaga Harga Pangan

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi. Hingga awal Maret 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 333 kali, melampaui target triwulan pertama yang ditetapkan sebanyak 308 kali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“GPM yang sudah dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dari target 308 kali, sampai dengan kemarin sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target,” ungkap Dyah saat pembukaan Gerakan Pangan Murah serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Meski target telah terlampaui, Pemprov Jateng tetap melanjutkan program tersebut. Salah satunya melalui pelaksanaan GPM serentak di 35 kabupaten/kota yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Sebanyak 31 kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut secara daring, sementara empat daerah yakni Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal lebih dahulu menggelar GPM pada Kamis (5/3/2026).

“Februari kemarin sudah dilakukan GPM serentak secara nasional. Kali ini kami lakukan lagi GPM serentak se-Provinsi Jawa Tengah,” kata Dyah.

Dalam pelaksanaan GPM serentak tersebut, sejumlah komoditas pangan strategis disediakan bagi masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Komoditas yang dijual antara lain beras sebanyak 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, serta bawang putih 3.400 kilogram.

Dyah menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Sejauh ini GPM yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan baik. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur serta Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan TPID Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi program Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Saya sebagai gubernur mengapresiasi kegiatan Gerakan Pangan Murah. Ini menjadi model agar keterjangkauan harga bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Luthfi, secara umum harga bahan pokok penting di Jawa Tengah relatif stabil. Namun, kenaikan harga masih terjadi pada komoditas cabai. Saat ini harga cabai di tingkat konsumen mencapai sekitar Rp81.000 per kilogram atau sekitar 42,2 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram.

“Saya kemarin ke pasar wilayah Sragen, di sana cabainya sudah mendekati Rp100.000 per kilogram, padahal Jawa Tengah banyak daerah penghasil cabai,” katanya.

Program Gerakan Pangan Murah juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah warga mengaku dapat membeli bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, di sini dapat Rp15.500. Beras premium biasanya Rp16 ribu per kilogram, di sini Rp62.500 per 5 kilogram,” papar Eni, warga Semarang Barat.

Melalui program ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.