5 Komoditas Ini Dijual dengan Harga Miring di Pasar Murah Pedaringan

oleh
Pasar murah
TPID Kota Solo dan Perumda PAU Pedaringan menggelar pasar murah, Jumat (24/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menggelar pasar murah, Jumat (24/3/2023). Bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan.

Staf Perdagangan Perumda PAU Pedaringan, Anis Nur Azizah mengatakan terdapat lima komoditas pangan yang tersedia. Masing-masing seperti beras merk Sala, minyak goreng MinyaKita, frozen food, gula pasir Pieko dan bawang merah.

“Untuk pasar murah hari ini yang dijual MinyaKita tapi untuk minyak ini pembelian berlaku sekali per KTP 2 liter. Terus gula pasir 1 KTP juga 2 kilo,” kata Anis di halaman kantor PAU Pedaringan, Jebres, Solo.

Aturan pasar ekonomis mewajibkan satu kali penggunaan KTP untuk masing-masing komoditas secara terbatas. Selain beras.

“Terus beras Sala itu 5 kilo tapi untuk beras tidak dapat batasan pembelian tanpa KTP harganya Rp 57.500. Jadi jatuhnya per kilonya Rp 11.500,” ujar dia.

Pasar Murah Khusus Warga Solo

Pasar eknomis dikhususkan bagi warga Solo di 5 kecamatan, baik Pasar Kliwon, Jebres, Banjarsari, Laweyan dan Serengan.

“Seluruh warga Kota Solo. Ini baru berjalan dua kali ini Jumat kemarin sama hari ini di sini juga. Kalau pengadaannya lagi tinggal menunggu keputusan dari direksi,” kata Anis.

Perumda PAU Pedaringan menyediakan minyak goreng 500 liter, 80 pax beras merk Sala, 15 karton gula Pieko dan 40 pax bawang merah di pasar murah kali ini.

Selain empat komoditas bahan pokok tersebut, pihaknya juga menyediakan 86 pieces frozeen food dari 14 jenis. Dengan kisaran harga Rp 10.500 hingga Rp 46.000.

“Frozen food itu dijual di bawah harga penjualan biasanya untuk pasar murah aja. Paling murah ada yang Rp 10.500 nugget ayam itu kalau di pasaran Rp 13.000-an,” pungkasnya.

Hastuti, salah satu pembeli asal Sumber Solo mengatakan harga pasar murah cukup ekonomis ketimbang harga pasaran.

“Lumayan untuk kita yang membutuhkan. Selisihnya ada lebih murah sedikit dari pasar.  Karena kalau ke pasar ngga ada yang nganter. Mumpung ada yang nganter jadi ke sini, selisihnya sedikit, lumayan. Beli beras gula minyak sama lauk untuk buka puasa,” terang Hastuti.