Sempat Saling Dorong, Gibran Sampai di Lokasi Pasar Murah Warga Langsung Tertib

oleh
oleh
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Wakil Ketua TPID Surakarta Nugroho Joko Prastowo memantau pembukaan pasar murah di Pendopo Kecamatan Jebres, Senin (7/11/2022) | dok Humas Pemkot Solo

SOLO, MettaNEWS – Sempat terjadi aksi saling dorong dan berebut antrian di pembukaan Pasar Murah dan Gerakan Tanam Cabai di pendopo Kecamatan Jebres, Senin (7/11/2022).

Warga yang sudah datang sejak pukul 07.00 WIB tidak sabar untuk menukarkan kupon seharga Rp25.000 dengan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, teh celup dan gula pasir.

Antrian mengular dan tidak teratur sehingga pihak linmas dan panitia berulang kali mengingatkan agar warga berbaris dengan tertib tidak perlu saling berebut.

Antrian tersebut perlahan langsung tertib dan teratur ketika Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengunjungi pasar murah tersebut.

Gibran berpesan kepada masyarakat untuk tertib saat menukarkan kupon karena semua akan dapat asalkan mempunyai kupon.

“Jadi masyarakat tidak perlu cemas atau risau dan tidak perlu dorong-dorongan saat mengantri, semua akan dapat kok. Asalkan mempunyai kupon yang sudah diberikan oleh pak Lurah,” kata Gibran menenangkan warga.

Gibran juga menyebut akan dilakukan sift bila terjadi antrian yang mengular.

“Ya nanti bisa diatur waktunya biar tidak numpuk, dan ga perlu risau ga kebagian. Besok 5 kecamatan ada semua. Masing-masing 3 ribuan paket,” ungkap Gibran.

Tri Widayanti warga Kampung Sewu, Jebres mengaku datang pada saat yang tepat saat antrian tidak terlalu banyak.

“Ini tadi datang, duduk sebentar terus langsung bisa ambil paket sembakonya,” tutur pengurus PKK di Kelurahan Kampung Sewu ini.

Ibu usia 45 tahun yang akrab dipanggil Triwi ini datang ke Pendopo Kecamatan Jebres  membeli paket sembako murah bersama 3 kawannya.

“Bagi kami ibu-ibu ini sembako seperti ini sangat berguna sekali, apalagi ada berasnya, sangat membantu sekali. Menebus Rp25.000 juga cukup murah bagi kami,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TPID Surakarta Nugroho Joko Prastowo menjelaskan, pasar murah ini disubsidi oleh Pemerintah Kota Surakarta lewat DAU sebesar 2 persen.

“Yang kita subsidi barang-barang yang harganya cenderung naik. Maka itu disubsidi oleh Pemerintah lewat 2% DAU dan 1 miliyar dari DID (dana insentif daerah) Kementerian Keuangan. Harapannya kita bisa menekan inflasi semoga di bawah 5%,” tutup Nugroho Joko.