Viral Masak Mi Instan di Kereta, KAI Imbau Penumpang Patuhi Aturan Bagasi dan Stop Kontak

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Viral aksi memasak mi instan di dalam kereta api menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 6 Yogyakarta mengingatkan penumpang untuk mematuhi aturan barang bawaan serta bijak dalam menggunakan fasilitas stop kontak di dalam kereta.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa pemahaman terhadap ketentuan bagasi merupakan bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.

Terkait penggunaan stop kontak, KAI Daop 6 mengimbau penumpang tidak menggunakan perangkat berdaya tinggi atau berpotensi membahayakan, seperti kompor portable, alat masak, hair dryer, catokan rambut, hingga powerbank berkapasitas besar.

Sebaliknya, perangkat elektronik berdaya rendah seperti ponsel, laptop, tablet, dan TWS masih diperbolehkan untuk digunakan selama perjalanan.

“Keselamatan dan kenyamanan merupakan prioritas utama kami. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bijak dalam membawa barang dan menggunakan fasilitas yang tersedia di kereta api,” tegas Feni.

KAI menetapkan sejumlah aturan bagasi bagi penumpang. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa barang dengan berat maksimal 20 kilogram dan volume 100 dm³ tanpa biaya tambahan. Jika melebihi hingga 40 kilogram atau 200 dm³, penumpang akan dikenakan biaya tambahan sesuai kelas layanan, yakni Rp10.000 per kilogram untuk kelas eksekutif, Rp6.000 per kilogram untuk kelas bisnis, dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi.

Selain itu, barang tertentu seperti kursi roda manual, kereta bayi, tongkat bantu jalan, serta sepeda lipat dengan ketentuan tertentu tetap diperbolehkan dibawa ke dalam kereta.

Namun demikian, KAI menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang bawaan penumpang. Sebaliknya, penumpang juga bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas kereta akibat barang yang dibawa.

“Setiap pelanggan diharapkan memperhatikan ketentuan bagasi, baik dari sisi berat, ukuran, maupun jenis barang yang dibawa. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan bersama serta menciptakan suasana perjalanan yang tertib,” urai Feni.

Dengan kepatuhan terhadap aturan tersebut, KAI berharap seluruh penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan tertib.